Tidak Ada Turnamen Hingga Akhir Tahun, PBSI Bikin Simulasi Lagi?

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Minggu 27 September 2020 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 40 2284590 tidak-ada-turnamen-hingga-akhir-tahun-pbsi-bikin-simulasi-lagi-g7osZwL8E0.jpg Rian Ardianto dan Fajar Alfian (Foto: PBSI)

JAKARTA – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tengah mempertimbangkan untuk kembali menggelar simulasi pertandingan untuk para atlet penghuni pelatnas. Hal tersebut menyusul keputusan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengundur penyelenggaraan turnamen seri Asia yang seharusnya digelar pada November 2020 ini ke bulan Januari 2021.

Seperti diketahui, sebelumnya PBSI juga telah melangsungkan simulasi pertandingan bertajuk home tournament perorangan dan simulasi Piala Thomas & Uber. Namun di sisi lain, Achmad Budiharto selaku Sekretaris Jenderal PP PBSI mengatakan hal ini masih dalam rencana.

Sebab menurutnya, penampilan para atlet di pertandingan simulasi tentunya tidak akan sama dengan penampilan mereka di turnamen resmi.

"Kalau di pertandingan resmi, mereka akan ketemu dengan lawan-lawan yang membuat mereka ingin mengeluarkan semua kemampuan mereka, akan sangat berbeda dengan simulasi. Namanya simulasi, seserius apapun, pasti tidak semaksimal seperti mereka bertanding di turnamen resmi," jelas Budiharto seperti dilansir dari laman resi PBSI, Minggu (27/9/2020).

Baca juga: PBSI Lega Piala Thomas dan Uber 2020 Diundur hingga Tahun Depan

Seperti diketahui, BWF sebelumnya resmi mengumumkan Bangkok, Thailand sebagai tuan rumah penyelenggaraan tiga turnamen seri Asia 2020. Akan tetapi, turnamen tersebut mengalami perubahan jadwal, di mana BWF menggesernya pada Januari 2021.

Setidaknya ada sebanyak enam turnamen yang sedianya diselenggarakan pada tahun ini, tetapi beberapa ajang ada yang ditangguhkan dan dibatalkan.

Keenam turnamen tersebut dibagi dalam dua seri yakni Eropa dan Asia. Seri Eropa awalnya terdiri dari gelaran Piala Thomas dan Uber 2020, Denmark Open Super 750 dan Denmark Masters Super 750. Namun setelah melewati berbagai pertimbangan, hanya Denmark Open yang akan tetap jalan terus.

Minimnya para peserta yang ikut dalam ajang seri Eropa membuat BWF menunda gelaran Piala Thomas dan Uber 2020 serta membatalkan Denmark Masters. Begitu pun dengan skuad Indonesia yang memilih absen untuk bertanding ke Denmark pada Oktober 2020.

Sementara itu, nasib turnamen Indonesia Masters yang biasanya diadakan di awal tahun pun masih belum bisa dipastikan. Jika mengacu pada skema turnamen beruntun di satu negara yang diterapkan BWF pada turnamen seri Eropa dan seri Asia, kemungkinan besar Indonesia Masters tidak bisa dilangsungkan sesuai jadwal.

"Sekali lagi, kebijakan BWF sekarang mengusahakan satu turnamen back to back di satu negara, artinya kalau turnamen seri Asia di Thailand pada Januari, maka perkiraan saya Indonesia Masters tidak akan ada, mungkin saja akan digabung dengan Indonesia Open, supaya sekali jalan," tandas Budiharto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini