Quartararo Ungkap Perasaannya Sering Disamakan dengan Marquez

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Minggu 20 September 2020 02:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 19 38 2280566 quartararo-ungkap-perasaannya-sering-disamakan-dengan-marquez-aGzCEQuOaE.jpg Pembalap Yamaha, Fabio Quartararo (Foto: Laman MotoGP)

MISANO - Sebelum namanya melesat seperti sekarang, Fabio Quartararo sebenarnya sudah digadang-gadang untuk bisa menjadi pembalap top sejak 2015, yakni kala dirinya berlaga di Moto3.

Tidak tanggung-tanggung, Quartararo bahkan disebut-sebut bakal menjadi The Next Marc Marquez. Kendati demikian, harus disayangkan karena Quartararo justru tidak mampu menampilkan performa yang memuaskan di ajang Moto3 2015.

Hal itu pun berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Bahkan, raihan terbaik Quartararo sepanjang berlaga di ajang Moto3 dan Moto2 hanyalah finis di posisi 10 klasemen akhir. Quartararo pun mengangkapkan bahwa ia sebenarnya memiliki tekanan hebat lantaran disamakan oleh Marquez.

Baca juga: Hasil Sesi Kualifikasi MotoGP Emilia Romagna 2020, Vinales Kembali Berkuasa

Fabio Quartararo dan Marc Marquez

Tekanan tersebut pada akhirnya justru membuatnya kesulitan tampil maksimal. Akan tetapi, kini Quartararo telah bisa mengatasinya dan menjadikan pengalaman buruk tersebut sebagai pelajaran berharga. Hasilnya, Quartararo mampu tampil gemilang di MotoGP 2019 bersama Petronas Yamaha SRT dan meraih dua kemenangan di MotoGP 2020.

“Sekarang saya memiliki gagasan yang lebih jelas tentang apa yang saya lakukan. Ketika orang membandingkan saya dengan Marquez, saya baru berusia 16 tahun,” ungkap Quartararo, seperti dikutip dari Speedweek, Minggu (20/9/2020).

“Saya pikir tekanannya terlalu besar, terlalu banyak stres. Lalu pergelangan kaki saya patah dan saya absen dalam enam balapan. Tahun berikutnya saya berada di Leopard dan mengalami musim yang sangat sulit,” sambungnya.

Fabio Quartararo

“Dalam tahun-tahun yang sulit ini, saya telah memperoleh banyak pengalaman – itu sangat buruk dalam hal hasil, namun sangat bagus untuk pengalaman saya. Setiap momen baik yang saya alami di Leopard adalah sukses besar karena 95% dari waktu itu adalah hal negatif,” jelas Quartararo.

“Ini telah mengajarkan saya bahwa Anda dapat belajar dari momen negatif dan mengambil sesuatu yang positif. Tahun ini seluruh tim senang. Saya menikmatinya dan mereka juga menikmatinya - ada bagusnya memiliki suasana yang baik di dalam paddock,” tukas pembalap 21 tahun tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini