Bukan Perkara Gaji, Ini Alasan Utama Dovizioso Tinggalkan Ducati

Ezha Herdanu, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 38 2278051 bukan-perkara-gaji-ini-alasan-utama-dovizioso-tinggalkan-ducati-zoW6c7Mq3g.jpg Andrea Dovizioso (Foto: motogp.com)

MISANO – Andrea Dovizioso akhirnya mengungkapkan apa yang menjadi penyebab utama dirinya meninggalkan Tim Mission Winnow Ducati. Ya, Dovizioso mengakui bahwa hubungan kurang harmonis dengan manajemen Tim Ducati jadi faktor utama di balik keputusannya tersebut.

Sebagaimana diketahui, masa depan Dovizioso bersama Tim Ducati memang sudah terjawab. Ya, DesmoDovi –julukan Dovizioso– telah memilih untuk tidak menambah durasi kontraknya bersama Tim Ducati yang bakal kadaluwarsa pada akhir tahun ini.

Keputusan Dovizioso meninggalkan Tim Ducati sendiri memang mengejutkan banyak pihak. Terlebih Dovizioso sendiri memang berstatus sebagai pembalap utama Tim Ducati dalam beberapa musim terakhir.

Andrea Dovizioso

Kondisi tersebut lantas memunculkan berbagai pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya membuat Dovizioso memilih hengkang dari Tim Ducati di akhir musim ini. Banyak yang memprediksi bahwa keputusan Dovizioso hengkang dari Tim Ducati, lantaran tuntutan gaji besarnya tak dapat dipenuhi.

Baca Juga: Puncaki Klasemen MotoGP 2020, Dovizioso: Balapan Musim Ini Sungguh Aneh!

Demi memperjelas segala hal yang terkati mengenai keputusannya meninggalkan Tim Ducati, Dovizioso pun memberikan jawabannya. Dovizioso menegaskan bahwa gaji bukanlah hal utama yang membuat dirinya memilih untuk berpisah dengan Tim Ducati.

Ya, Dovizioso mengakui bahwa dirinya memang tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan General Manager Ducati Corse, Luigi Dall'Igna. Dovizioso pun menyebut bahwa hal itulah yang jadi faktor utama di balik keputusannya hengkang.

“Mengambil keputusan ini memang sulit, tapi tak parah-parah amat, atas berbagai alasan. Bukan bagi saya, tapi ini wajar-wajar saja. Baik di dunia balap maupun olahraga lain, kondisi seperti ini memang bisa terjadi,” jelas Dovizioso, seperti disadur dari GPOne, Selasa (15/9/2020).

“Anda memang harus mengikuti aliran situasi yang ada. Pada akhirnya, keputusan ini tak saya ambil berdasar pertimbangan dalam sehari saja, tapi jauh lebih lama lagi. Dalam delapan tahun kerja sama kami, ada banyak hal terjadi,” lanjut pembalap berusia 34 tahun itu.

Baca Juga: Dovizioso Beberkan Penyebab Kegagalannya Tampil Baik di MotoGP San Marino

“Awalnya memang sangat sulit dan berat, tapi kami berkembang bersama, dan ini pengalaman yang sangat penting. Di dalam Ducati, banyak orang yang sangat berkualitas dan sangat cerdas. Tapi di lain sisi, pendekatan orang Italia tidaklah biasa, dan tak mudah selalu sepakat dalam banyak hal.”

“Kami pun sering bertengkar beberapa tahun terakhir karena tak punya gagasan yang sama dalam bekerja. Kinerja saya bersama orang-orang Italia sangatlah positif dan menyenangkan, karena kami bisa mendapatkan kemajuan, dan mewujudkan hal-hal yang tadinya nyaris mustahil terjadi,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini