Ducati Gagal Pertahankan Dovizioso, Stoner Kesal

Ezha Herdanu, Jurnalis · Jum'at 11 September 2020 04:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 38 2275926 ducati-gagal-pertahankan-dovizioso-stoner-kesal-RBioJ40Njr.jpg Andrea Dovizioso (Foto: motogp.com)

SYDNEY – Legenda MotoGP, Casey Stoner, mengaku kesal dengan manajemen eks timnya, Ducati, lantaran gagal mempertahankan Andrea Dovizioso. Pasalnya, Stoner percaya bahwa Dovizioso adalah pembalap yang pada saat ini masih mereka butuhkan untuk tampil impresif di MotoGP.

Sebagaimana diketahui, masa depan Dovizioso bersama Tim Ducati memang sudah terjawab. Ya, DesmoDovi –julukan Dovizioso– telah memilih untuk tidak menambah durasi kontraknya bersama Tim Ducati yang bakal kadaluwarsa pada akhir tahun ini.

Keputusan Dovizioso meninggalkan Tim Ducati sendiri memang mengejutkan banyak pihak. Terlebih Dovizioso sendiri memang berstatus sebagai pembalap utama Tim Ducati dalam beberapa musim terakhir.

Marc Marquez vs Andrea Dovizioso

Kondisi tersebut lantas memunculkan berbagai pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya membuat Dovizioso memilih hengkang dari Tim Ducati di akhir musim ini. Banyak yang memprediksi bahwa keputusan Dovizioso hengkang dari Tim Ducati, lantaran tuntutan gaji besarnya tak dapat dipenuhi.

Baca Juga: Dovizioso Sebenarnya Agak Berat Tinggalkan Ducati

Selain itu ada juga rumor yang mengatakan bahwa Dovizioso bakal memilih untuk rehat sejanak dari MotoGP selama setahun. Hal tersebut dilakukan Dovizioso agar pembalap berkebansgaan Italia tersebut tidak salah dalam memilih tim.

Stoner pun lantas memberikan pandangannya soal kegagalan para petinggi Tim Ducati untuk meyakinkan Dovizioso bertahan. Stoner mengaku sangat kecewa dengan fakta bahwa Dovizioso bukan lagi pembalap Tim Ducati pada MotoGP 2021.

Pasalnya, Stoner mengetahui betul kualitas Stoner sebagai seorang pembalap di Tim Ducati. Ya, pemilik julukan Kuri-Kuri Boy tersebut juga mengaku sangat kesal dengan perlakuan para petinggi Tim Ducati terhadap Dovizioso.

“Saya kecewa pada Ducati. Usai bertahun-tahun harusnya mereka belajar untuk benar-benar memperlakukan para rider seperti para rider memperlakukan mereka,” ungkap Stoner, seperti disadur dari GPOne, Jumat (11/9/2020).

Baca Juga: 5 Pembalap Terakhir yang Menang MotoGP San Marino

“Andrea telah melakukan segalanya, seperti saya dulu, dan ini adalah alasan terbesar yang bikin saya meninggalkan Ducati sebagai pembalap pengembang mereka,” sambung sosok yang pernah keluar sebagai juara dunia MotoGP 2007 dan 2011 tersebut.

“Kami sungguh tak bisa menyampaikan pikiran kami kepada Ducati, demi mendorong mereka melakukan perubahan demi pembalap. Jika mereka tidak melihatnya pada data, mereka pikir pikiran kami tidak relevan. Padahal, segala hal soal motor adalah soal perasaan pembalap,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini