Lin Jarvis Ungkap Kunci Kebangkitan Yamaha

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 21 Agustus 2020 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 21 38 2265224 lin-jarvis-ungkap-kunci-kebangkitan-yamaha-jRM9S4MmQv.jpg Maverick Vinales dan Tim Yamaha (Foto: MotoGP)

SPIELBERG – Dalam beberapa musim belakangan, Yamaha selalu kalah saing dari pabrikan Honda dan Ducati. Tak ayal, hal tersebut membuat para petinggi Yamaha mamutar otak untuk mencari solusi.

Menurut Kepala Tim Yamaha, Lin Jarvis, persoalan utama sebenarnya terjadi karena sumber daya manusia. Jarvis tidak memungkiri kalau dalam olahraga balap motor MotoGP, mesin adalah faktor utama yang mempengaruhi hasil.

Kendati demikian, ia juga enggan mengesampingkan fakta bahwa untuk menciptakan mesin yang hebat dibutuhkan kerja sama yang padu di dalam tim. Maka dari itu, Jarvis langsung melakukan pembenahan dengan merombak susunan tim Yamaha.

Baca juga: Saking Cepatnya, Rossi Tak Sadar Nyaris Terhantam Motor Dua Kali

Para pembalap Yamaha naik podium

Salah satu hasil yang paling nyata terdapat pada perkembangan Maverick Vinales. Setelah menunjuk Esteban Garcia sebagai kepala kru dan Julian Simon sebagai pelatih, Vinales langsung tampil moncer dan mampu bersaing di jajaran depan.

Menurut Jarvis, koordinasi yang baik di antara sesama insinyur, serta hubungan mereka dengan para pembalap adalah kunci utama untuk memperoleh hasil yang bagus. Pasalnya, jika mereka dapat saling terbuka satu sama lain, maka berbagai persoalan yang dihadapi di dalam tim akan bisa dipecahkan.

"Bagi kami itu seperti menekan tombol reset. Sebagian besar insinyur tetap sama, tetapi perubahan dalam pendekatan manajemen telah sangat mengubah cara kami bekerja, dan sekarang mentalitas kami adalah untuk meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat,” ujar Jarvis, mengutip dari Tutto Motori Web, Jumat (21/8/2020).

“Jika kami dalam kesulitan, kami mencari solusi dan, jika kami tidak menemukannya di dalam, kami pergi ke luar. Perubahan utama terutama pada pendekatan, pada keterbukaan. Musim dingin lalu kami mengatur ulang dan ini telah menyebabkan pendekatan yang lebih terbuka di antara para insinyur. Sekarang sama sekali berbeda dan saya pikir ini adalah aspek yang paling penting,” sambungnya.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini