Susy Susanti Bicara soal Pembagian Grup di Simulasi Piala Thomas dan Uber

Djanti Virantika, Jurnalis · Kamis 20 Agustus 2020 23:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 20 40 2265117 susy-susanti-bicara-soal-pembagian-grup-di-simulasi-piala-thomas-dan-uber-naldPKgjCu.jpg Susy Susanti. (Foto: Laman resmi PBSI)

JAKARTA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, membicarakan soal pembagian grup dalam simulasi Piala Thomas dan Uber. Ia mengatakan tim dibagi secara merata agar kekuatan imbang.

Jelang mentas di Piala Thomas dan Uber 2020, PBSI memang menggelar simulasi pertandingan untuk atlet-atlet pelatnas. Simulasi ini tentu saja bertujuan untuk mempersiapkan diri jelang tampil di kompetisi bulu tangkis beregu paling bergengsi di dunia itu.

Para pebulu tangkis putra Indonesia

Kompetisi sendiri diketahui akan digelar pada 3-11 Oktober 2020. Aarhus, Denmark akan menjadi tuan rumah perhelatan Piala Thomas dan Uber 2020. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Anthony Sinisuka Ginting, hingga Jonatan Christie akan tampil di Piala Thomas.

BACA JUGA: PBSI Gelar Simulasi Piala Thomas dan Uber, Ini Daftar Pemain serta Pembagian Grup

Kemudian di Piala Uber, ada Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, hingga Ruselli Hartawan yang siap tampil. Simulasi sendiri akan digelar di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta.

Simulasi untuk Piala Thomas akan digelar lebih dahulu, yakni tepatnya pada 1-3 September 2020. Setelah itu, giliran simulasi Piala Uber yang berlangsung pada 8-10 September 2020.

Sistem pertandingan simulasi Piala Thomas dan Uber akan menggunakan setengah kompetisi. Empat grup yang sudah dibuat akan bertarung untuk memperebutkan posisi teratas. Tim dengan nilai kemenangan terbanyak akan keluar sebagai juara.

Terkait pembagian grup, Susy menjelaskan bahwa pembagian tim ini dilakukan berdasarkan penilaian bersama tim pelatih. Mereka mengatur agar setiap tim memiliki kekuatan yang imbang. Dengan begitu, sulit untuk memprediksi tim mana yang akan menang.

"Pembagian pemain dilakukan berdasarkan penilaian bersama tim pelatih. Kami mengatur agar keempat grup punya kekuatan yang imbang,” ujar Susy, sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI, Kamis (20/8/2020).

Gregoria Mariska Tunjung

“Misalnya satu grup punya ganda dengan ranking tertinggi, maka di grup itu tidak akan ada pemain tunggal yang rankingnya paling tinggi juga," lanjutnya.

"Melihat pembagian grup, akan sulit untuk memperkirakan siapa juaranya. Karena kekuatannya bisa dibilang merata. Pemilihan tunggal dan ganda ketiga pun tetap kami pertimbangkan agar merata semua," tutup Susy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini