Share

Pol: Bukan karena Oliveira Balapan Saya Usai, tapi Berkibarnya Red Flag

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 17 38 2263564 pol-bukan-karena-oliveira-balapan-saya-usai-tapi-berkibarnya-red-flag-zljMfJno2i.jpg Pembalap Red Bull KTM, Pol Espargaro. (Foto: Twitter/@polespargo)

SPIELBERG – Pembalap Tim KTM Red Bull, Pol Espargaro sangat menyayangkan dirinya lagi-lagi gagal mencapai garis finis dalam balapan MotoGP 2020. Terbaru, rider asal Spanyol itu kembali mengalami senggolan dengan pembalap lain di MotoGP Austria 2020 sehingga dirinya harus menyudahi balapan lebih cepat.

Pembalap yang bersenggolan dengan Pol adalah rekan setimnya dari KTM Tech3, yakni Miguel Oliveira. Gara-gara tabrakan itu, Pol pun kembali gagal meraih poin penting.

Lebih pahitnya lagi, Pol gagal menyudahi balapan ketika performanya sedang sangat baik. Hal itulah yang membuat Pol merasa kecewa dan benar-benar kesal dengan hasil balapan seri keempat MotoGP 2020 tersebut.

Akan tetapi, Pol menegaskan ia tidak marah dengan insiden bersenggolan dengan Oliveira. Sebab, ia merasa memang ketika insiden itu terjadi, tekad balapannya perlahan mulai menurun.

Baca Juga: Hasil Balapan MotoGP Austria 2020, Dovizioso Rebut Kemenangan

Pol Espargaro

Jadi, sebenarnya insiden dengan Oliveira dirasa Pol bukanlah penyebab utama ia gagal meraih hasil manis di balapan Sirkuit Red Bull Ring tersebut. Tetapi hal yang membuatnya gagal meraih hasil baik itu adalah ketika red flag dikibarkan.

Seperti yang diketahui, red flag memang dikabarkan ketika balapan MotoGP Austria 2020 baru memasuki delapan lap. Kecelakaan parah antara rider Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli dengan Johann Zarco (Reale Avintia Ducati), membuat jalannya balapan harus ditunda sementara waktu.

Penundaan itu jelas sangat merugikan Pol. Sebab sesaat sebelum kecelakaan Zarco dan Morbidelli terjadi, saudara kandung Aleix Espargaro itu sedang memimpin jalannya balapan. Tentunya gara-gara balapan dihentikan, momentum langka yang dimilik Pol pun hilang juga.

Hal itu juga diperparah dengan keputusan Pol yang mengganti ban belakangnya yang awalnya tipe medium ke tipe soft. Keputusan itu diambil karena ia menyadari bahwa tak ada lagi ban medium baru untuk ban belakangnya dan karena itulah ia berjudi menggunakan ban bertipe soft.

Ternyata menggunakan ban bertipe soft membuat permainan Pol tak sebaik seperti balapan pertamanya. Di balapan kedua MotoGP Austria 2020 itu Pol tampil sangat buruk hingga akhirnya mengalami insiden dengan Oliveira. Jadi, ia memastikan bahwa red flag-lah yang telah menghancurkan pekan balapan terbaiknya.

Pol Espargaro

“Saya sangat cepat di balapan pertama (sebelum insiden Zarco dan Morbidelli). Sedemikian rupa sehingga saya merasa saya bisa melepaskan diri, tetapi begitu balapan dihentikan, saya menyadari saya tidak memiliki ban medium baru untuk bagian belakang, dan itu seperti menjadi tanda berakhirnya balapan saya,” kata Pol, seperti yang dilansir dari GPOne, Selasa (18/8/2020).

“Dengan soft, saya kehilangan semua potensi pengereman saya, yang merupakan kekuatan saya, dan saya berjuang untuk mengulang balapan pertama kali. Saya membuat banyak kesalahan,” tambah rekan setim Brad Binder itu.

“Saya berjuang untuk menghentikan motor dan menutup tikungan, seperti yang saya bayangkan, begitu saya harus memasang ban itu. Setelah bendera merah, saya pergi ke pit sambil menggelengkan kepala karena hasil balapan kedua saya jelas,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini