Bos Yamaha Justru Tak Yakin Pembalapnya Bisa Podium di Brno

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 38 2257381 bos-yamaha-justru-tak-yakin-pembalapnya-bisa-podium-di-brno-6rZsQQQoTU.jpg Tiga pembalap Yamaha dominasi podium MotoGP Andalusia 2020 (Foto: MotoGP)

BRNO – Hasil gemilang yang diraih pada dua balapan awal musim ini membuat Yamaha kembali dijagokan bakal mengulangi hasil serupa di MotoGP Republik Ceko 2020. Pembalap mereka seperti Fabio Quartararo dan Maverick Vinales diyakini bakal finis terdepan di Sirkuit Brno.

Seperti diketahui, usai melahap seri pertama dan kedua di Sirkuit Jerez, para pembalap MotoGP akan kembali mengaspal akhir pekan depan. Sirkuit Brno di Republik Ceko akan menjadi tuan rumah pada balapan yang digelar Minggu 9 Agustus 2020 nanti.

Banyak yang beranggapan kalau Yamaha bakal kembali menjadi dominasi pada seri ketiga nanti. Terlebih dengan absennya pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, akibat cedera patah lengan kanan yang tengah dideritanya.

Akan tetapi, pandangan berbeda justru disampaikan bos Yamaha, Johan Stigefelt. Menurutnya, Brno Justru merupakan salah satu sirkuit yang cukup menyulitkan bagi karakter YZR-M1 terutama pada format sirkuit yang punya titikpengereman cukup keras.

Baca juga: Merasa Bersahabat dengan Sirkuit Brno, Quartararo Yakin Bisa Podium Lagi

“Seperti yang Anda tahu, saat ini semua orang melihat kami (Yamaha) berkinerja baik di Jerez, tetapi ada beberapa trek sulit yang datang kepada kami, seperti Brno, kemudian Spielberg,” ujar Stigefelt, seperti dilansir dari laman Speedweek, Rabu (5/8/2020).

“Kami menyadari hal ini, jadi sudah dalam rencana kami bahwa tiga balapan berikutnya akan sulit,” tambahnya.

“Kami akan melakukan yang terbaik, menggunakan kecepatan menikung Yamaha. Kita mungkin bisa bertahan di Brno, tetapi Austria akan sangat-sangat sulit,” lanjutnya.

“Di Spielberg Anda membutuhkan banyak kecepatan tertinggi, tetapi meskipun demikian, Fabio membalap sangat baik di sana tahun lalu dan mendapat podium,” sambungnya.

Sebagai catatan, banyak memang yang menilai Brno termasuk salah satu sirkuit yang cukup ‘tricky’ bagi para pembalap. Salah satunya karena karakter lintasan yang memiliki tingkat kesulitan pengereman yang cukup tinggi.

Setidaknya ada empat tikungan yang biasanya jadi titik di mana para pembalap harus melakukan pengereman dengan cukup keras yakni pada tikungan 1, 3, 5, dan tikungan ke 10. Pada titik-titik tersebut mereka di tuntut untuk mengurangi kecepatan sampai lebih dari 170 Km/jam, dan pembalap akan mengerem selama sampai 4,5 detik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini