Rossi Sadar Pengalamannya di MotoGP Bisa Jadi Bumerang

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 20:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 38 2255812 rossi-sadar-pengalamannya-di-motogp-bisa-jadi-bumerang-U2zZq2NGD7.jpg Valentino Rossi berhasil naik podium di Jerez (Foto: Yamaha MotoGP)

TAVULLIA – Pengalaman selama 20 tahun membalap di level teratas membuat Valentino Rossi bisa kembali naik podium pada MotoGP Andalusia 2020, Minggu 26 Juli malam WIB. Menurut The Doctor, segudang pengalaman yang dimilikinya itu justru bisa menjadi masalah tersendiri.

Minggu 26 Juli 2020 malam WIB seakan menjadi hari yang menyenangkan buat Valentino Rossi. Pembalap Tim Monster Energy Yamaha itu mampu berada di tiga besar sepanjang 25 putaran lomba. Ia bahkan sempat lama bertahan di posisi dua.

Padahal, sepekan sebelumnya, pil pahit harus ditelan Valentino Rossi. Performa buruk yang ditambah dengan masalah teknis, membuatnya gagal finis. Untungnya, mental dan gairah yang kuat, membuat pria berusia 41 tahun itu bisa bangkit dari keterpurukan.

Baca juga: Rossi Akui Diminta Yamaha Belajar dari Dua Juniornya

Valentino Rossi mampu bertahan dari serangan Maverick Vinales dengan menggunakan pengalamannya (Foto: Yamaha MotoGP)

Hasil manis tersebut tidak diraih Valentino Rossi dengan mudah. Ia harus mengatasi beragam masalah, seperti tingkat keausan ban, cuaca panas, dan tekanan dari rekan setim Maverick Vinale sepanjang lomba. Juara dunia MotoGP tujuh kali itu mengakui, dunia balap motor saat ini sudah berubah drastis.

“Gaya membalap di MotoGP sudah berubah banyak dalam beberapa tahun terakhir. Anda tidak hanya harus berkendara dengan baik, tetapi juga harus menjaga ban. Itu tidak mudah. Saya punya segudang pengalaman, tetapi itu juga bisa menjadi masalah, karena Anda harus terbuka pada perubahan,” papar Valentino Rossi, disitat dari Paddock GP, Minggu (2/8/2020).

“Kami harus banyak mengubah keseimbangan motor sehingga saya bisa melibas tikungan cepat sekaligus menghemat ban. Saya berusaha beradaptasi sebaik mungkin dengan gaya balap modern dan ban-ban ini,” sambung pria berpaspor Italia itu.

Sepanjang kariernya, Valentino Rossi memang hampir selalu bermasalah dengan ban. Hal itu terlihat jelas pada MotoGP 2007 ketika dirinya tidak berdaya meladeni Casey Stoner. Selain Ducati yang memang superior, perbedaan pemakaian ban Bridgestone dengan Michelin cukup kentara.

Jam terbang yang tinggi di MotoGP membuat Valentino Rossi selalu bisa mengatasi perubahan pada setiap era. Direktur Pelaksana Yamaha MotoGP, Lin Jarvis, sampai terkesima dengan cara pembalapnya itu beradaptasi dengan situasi.

“Sejujurnya, saya terkejut betapa cepatnya Valentino beradaptasi. Pada seri pertama, semua pembalap Yamaha melaju cepat. Itu menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Namun, dia berhasil membalikkan keadaan,” papar Lin Jarvis, dikutip dari Speedweek.

Kini, Valentino Rossi tengah bersiap menatap seri berikutnya MotoGP Republik Ceko 2020 di Sirkuit Autodrom Brno, Minggu 9 Agustus mendatang. Ia diharapkan mampu meneruskan catatan positifnya ketika memasuki seri ketiga dan seterusnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini