Euforia Rossi Naik Podium di Jerez Terlalu Berlebihan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 38 2255688 euforia-rossi-naik-podium-di-jerez-terlalu-berlebihan-wsq6g8x2Wl.jpg Valentino Rossi finis posisi tiga di GP Andalusia (Foto: Yamaha MotoGP)

FORLI – Kegembiraan yang dirasakan Valentino Rossi saat naik podium pada MotoGP Andalusia 2020 di Sirkuit Jerez-Angel Nieto pekan lalu membuat pengamat balapan, Loris Reggiani terheran-heran. Menurutnya, euforia tersebut terlalu berlebihan.

Seperti diketahui, Valentino Rossi akhirnya berhasil mengakhiri paceklik finis di podium yang terakhir kali dirasakan April 2019 pada MotoGP Amerika Serikat. Dengan gemilang, The Doctor mampu mengatasi berbagai problem yang mendera pada seri perdana.

Selepas balapan, Valentino Rossi terlihat sangat bergembira di atas podium. Banyak yang menganggap, kemampuan pria berusia 41 tahun itu sudah kembali. Sebab, sepekan sebelumnya, ia gagal finis akibat masalah teknis.

Baca juga: MotoGP Andalusia Begitu Spesial untuk Valentino Rossi

Valentino Rossi disambut oleh Tim Sky VR46 (Foto: MotoGP)

Sayangnya, hasil manis tersebut tidak membuat Loris Reggiani terkesan. Mantan pembalap motor era 1980-1995 itu menilai kegembiraan Valentino Rossi terlalu berlebihan. Betapa tidak, buktinya ia kalah bersaing dengan tiga pembalap dari pabrikan yang sama dengannya.

“Saya tidak mengerti dengan semua euforia terhadap Valentino, meski berhasil naik podium di usia 41 tahun,” papar Loris Reggiani, sebagaimana diwartakan Tutto Motori Web, Minggu (2/8/2020).

“Di depannya ada dua pembalap yang menunggangi motor yang sama dengannya. Belum lagi, ia sempat disalip (Franco) Morbidelli. Ini seperti sisi lain dari sekeping koin,” sambung pria berusia 60 tahun tersebut.

Pada akhir lomba, Valentino Rossi sempat mengeluarkan komentar kontroversial. Juara dunia MotoGP tujuh kali itu sedikit kesal karena Yamaha enggan mengikuti sarannya untuk menyetel motor yang sesuai dengan gaya balapnya. Kritik tajam itu membuat Loris Reggiani mengangkat alis.

“Saya tidak memahami kontroversi dengan Yamaha. Faktanya, Rossi mengeluh karena kesulitan selama empat hari untuk menyetel motor, lalu mendengar Lin Jarvis (Direktur Yamaha MotoGP), membenarkan pernyataan tersebut. Saya kehilangan beberapa detil,” tukas pria asal Italia tersebut.

Apapun pendapat Loris Reggiani, tidak bisa dipungkiri pencapaian Valentino Rossi cukup hebat pada seri kedua pekan lalu. Sebab, ia mampu menunjukkan keahlian mumpuni dalam bertahan. Vale mampu menahan rekan setimnya, Maverick Vinales, selama beberapa putaran di peringkat tiga.

Pembalap asal Spanyol itu lantas mengakui dirinya sulit menjaga ritme ketika menguntit Valentino Rossi. Tentu saja, pengalaman selama 20 tahun mengaspal di level tertinggi, membuat pembalap bernomor 46 itu tahu bagaimana bertahan dari serangan lawan dengan baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini