Menang di Dua Seri Awal Bukan Berarti Perjalanan Quartararo Mulus di MotoGP 2020

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 06:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 38 2255590 menang-di-dua-seri-awal-bukan-berarti-perjalanan-quartararo-mulus-di-motogp-2020-GRk5lHpu9g.jpg Fabio Quartararo (Foto: MotoGP)

JEREZ – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo baru saja meraih podium juara berturut-turut pada dua seri awal musim ini. Namun begitu, catatan tersebut bukan berarti membuktikan kalau perjalanan sang rider bakal mulus di MotoGP 2020 ini.

Pakar MotoGP, August Auinger, meyakini beban Fabio Quartararo di MotoGP 2020 ini justru akan lebih berat. Ekspektasi tinggi dipastikan bakal menghampiri pembalap asal Prancis tersebut musim ini.

Apalagi saat ini Quartararo digadang-gadang bakal jadi ‘the next Marquez’ di kelas utama MotoGP. Tak heran kalau target lebih dari musim lalu bakal ditanggung Quartararo musim ini.

Baca juga: Berpengalaman Naungi Rossi-Lorenzo, Yamaha Pede Duet Vinales-Quartararo Takkan Bermasalah

Namun di sisi lain, The Baby Alien -julukan Marquez- masih berpeluang besar untuk kembali mendominasi kelas utama saat pulih dari cedera nanti. Situasi tersebut yang diyakini bakal membuat Quartararo akan lebih tertekan musim ini.

“Dia (Quartararo) pernah dibandingkan dengan Marquez dan sudah dianggap sebagai Marquez berikutnya. Saat itu dia sangat menderita. Dan saya pikir keberhasilannya meraih dua kali podium secara berturut-turut membuat bebannya semakin berat musim ini,” ujar Auinger, seperti dilansir dari laman Speedweek, Minggu (2/8/2020).

“Saya tidak tahu apakah dia akan memberi tahu 100 persen. Bagaimanapun, seseorang tidak boleh fokus pada hal-hal kecil. Semua pabrikan telah menunjukkan peningkatan ke arah yang sama,” lanjutnya.

Seperti diketahui, setelah meraih podium juara di seri perdana, Quartararo kembali menunjukkan kualitasnya di MotoGP Andalusia 2020. Rekan satu tim Franco Morbidelli itu meraih kemenangan kedua musim ini usai finis terdepan pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Minggu 26 Juli 2020.

Berbicara mengenai jalannya balapan, Quartararo merasa kemenangan ini tidak diraihnya dengan cara yang mudah. Meski punya selisih waktu yang cukup jauh dengan pembalap di belakangnya, ia mengaku cukup kesulitan terutama untuk menghadapi suhu tinggi di lintasan.

"Saya membuat kesalahan, tetapi hanya kesalahan kecil. Mengemudikan 25 putaran memimpin pada suhu tinggi ini adalah balapan terberat dalam hidup saya. Sangat panas, hampir tidak ada udara untuk bernapas, bahkan tangan dan kaki saya panas. Itu sangat sulit, tetapi saya merasa sangat baik di atas motor,” tandas pembalap Prancis tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini