Ini Dalih Jarvis soal Debat Rossi dengan Yamaha

Andika Pratama, Jurnalis · Sabtu 01 Agustus 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 38 2255267 ini-dalih-jarvis-soal-debat-rossi-dengan-yamaha-eT8N1tVtLG.jpg Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

LESMO – Terungkap bahwa terjadi perdebatan antara Valentino Rossi dengan Monster Energy Yamaha, terutama para mekanik. Debat itu terjadi karena Rossi ingin mengubah pengaturan motornya jelang MotoGP Andalusia 2020.

Rossi memenangkan debat tersebut, sehingga pengaturan motornya pun diubah. Perubahan itu berbuah manis untuk Rossi. The Doctor –julukan Rossi– finis di posisi ketiga pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Minggu 26 Juli 2020 itu.

Maverick Vinales dan Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

Setelah balapan, Rossi menyebut ada masalah politik yang membuatnya sulit mengubah pengaturan motor. Komentar Rossi pun mendapatkan tanggapan dari Manajer Tim Yamaha, Lin Jarvis.

Jarvis membenarkan debat yang terjadi antara Rossi dengan Yamaha. Akan tetapi, ia tidak setuju ada masalah politik, seperti yang disampaikan Rossi. Jarvis menyebutnya lebih lembut, dengan memakai istilah data lawan keinginan.

Pria berpaspor Inggris itu menjelaskan bahwa para pembalap Yamaha, yakni Rossi, Maverick Vinales, Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT), dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT), memakai pengaturan motor dengan arahan sama.

BACA JUGA: Valentino Rossi, Satu-satunya Pilot MotoGP 2020 yang Rasakan Motor GP 500 2-Tak

Meski begitu, hanya Rossi yang tidak mampu tampil bagus sejak balapan perdana musim ini, MotoGP Spanyol 2020. Rossi melakukan sedikit perubahan sebelum MotoGP Spanyol 2020 berlangsung. Hasil yang didapatkan tidak sesuai harapan, Rossi justru gagal finis pada balapan yang juga berlangsung di Sirkuit Jerez, Minggu 19 Juli 2020 itu, karena masalah teknis.

Kegagalan membuat Rossi ingin mengubah pengaturan motornya lebih banyak agar sesuai dengan kemauannya. Menurut Jarvis, itu menimbulkan perdebatan karena data menunjukkan ketiga pembalap lain tampil apik.

“Kami memiliki empat motor di lapangan, tiga mesin pabrik 2020, motor Morbidelli adalah campuran antara 2019 dan 2020. Akan tetapi, pengaturan keempat pembalap umumnya mengikuti arah yang sama,” ujar Jarvis, menyadur dari Speed Week, Sabtu (1/8/2020).

“Dia (Rossi) ingin mendapatkan kembali perasaan yang dimiliki dengan M1 di masa lalu ketika kami menggunakan pengaturan yang berbeda. Jadi dia harus meyakinkan mekanik balap Jepang kami untuk pergi ke arah yang berbeda,” tuturnya.

"Itu bukan masalah politik. Itu bisa digambarkan dengan istilah data versus keinginan,” tandas pria berumur 62 tahun tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini