Alami Peningkatan di Andalusia, Bagnaia Optimis Bisa Maksimal di Brno

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 06:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 38 2253096 alami-peningkatan-di-andalusia-bagnaia-optimis-bisa-maksimal-di-brno-CgxSHehW4A.jpg Pembalap Pramac Ducati, Francesco Bagnaia (Foto: MotoGP)

JEREZ – Pembalap Pramac Ducati, Francesco Bagnaia, merasa lebih baik meski gagal finis di MotoGP Andalusia 2020 akhir pekan kemarin. Perasaan tersebut membuatnya kian optimis untuk meraih hasil lebih pada balapan berikutnya.

Bagnaia mengatakan, saat ini dirinya punya cara terbaik untuk menaklukkan Desmosedici milik Ducati. Hal itu memang cukup terlihat pada penampilan Bagnaia di dua seri pertama MotoGP 2020.

“Kami saat ini berkonsentrasi untuk menjadi kuat. Mengetahui bahwa saya adalah Ducati pertama untuk seluruh akhir pekan memotivasi saya, tetapi kami berkonsentrasi pada pekerjaan,” ujar Bagnaia, seperti dilansir dari laman Speedweek, Selasa (28/7/2020).

Baca juga: Dovizioso Sebut Bagnaia Pembalap Terbaik Ducati di MotoGP Andalusia 2020

“Tentu, jika kesempatan terbuka, saya akan sangat senang. Tetapi pada saat ini saya tidak ingin terlalu memikirkannya. Yang menyenangkan tentang akhir pekan ini adalah saya merasa benar-benar seperti pembalap MotoGP,” lanjut Bagnaia.

 Seperti diketahui, Bagnaia jadi salah satu pembalap yang mengalami nasib sial saat tampil di MotoGp Andalusia 2020. Pembalap Pramac Ducati harus rela kehilangan peluang berdiri di podium setelah mengalami masalah pada motornya.

Bagnaia yang tampil apik sejak sesi kualifikasi cukup impresif pada balapan hari Minggu kemarin. Sempat terlempar ke posisi lima besar, juara dunia Moto2 2018 itu berhasil kembali ke jajaran depan dan menempati posisi kedua.

Namun sial, motornya tiba-tiba terlihat bermasalah ketika memasuki enam putaran terakhir. Desmosedici milik Bagnaia mengeluarkan asap putih hingga sang pembalap memilih untuk mengakhiri balapan lebih dulu.

Padahal, Bagnaia saat itu berpeluang besar untuk finis di posisi kedua. Meski kecewa, sang pembalap ingin mengambil sisi posisif dan berharap kejadian ini bisa jadi pembelajaran berharga untuk dia dan timnya.

“Tentu saja ada kekecewaan, tetapi tujuan kami tahun ini bukan untuk memenangkan Piala Dunia, tetapi untuk mendapatkan pengalaman. Karena pada tahun sebelumnya kita kekurangan hal itu. Dengan akhir pekan dan kemajuan yang kami buat dibandingkan dengan akhir pekan lalu, saya harus mengatakan bahwa saya sangat bahagia di tempat kami berada,” pungkas Bagnaia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini