Share

Daya Cengkeram Buruk, Vinales Bersyukur Finis Kedua di MotoGP Spanyol 2020

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 01:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 19 38 2248885 daya-cengkeram-buruk-vinales-bersyukur-finis-kedua-di-motogp-spanyol-2020-KXesXS4Z5D.jpg Maverick Vinales finis kedua di MotoGP Spanyol 2020 (Foto: Twitter/@YamahaMotoGP)

JEREZ – Perjudian besar dilakukan Tim Monster Energy Yamaha. Kedua pembalapnya, Maverick Vinales dan Valentino Rossi, memakai ban berkompon soft pada MotoGP Spanyol 2020. Sayangnya, strategi tersebut tidak berbuah manis.

Maverick Vinales memang berhasil finis kedua, tetapi Valentino Rossi terjatuh saat balapan menyisakan tujuh putaran saja. Hal itu menunjukkan, ban soft yang dipilih tidak cukup bagus di tengah aspal lintasan yang kejam terhadap permukaan karet hitam tersebut.

The Top Gun sebetulnya bisa melesat sejak awal start. Ia bahkan memimpin enam dari delapan putaran pertama lomba. Namun, sebuah kesalahan di tikungan terakhir membuat posisi terdepan diambil alih Fabio Quartararo hingga finis.

Baca juga: Klasemen MotoGP 2020 Usai GP Spanyol

Maverick Vinales harus berjuang keras bertahan di lintasan (Foto: Twitter/@yamahamotogp)

Pembalap asal Spanyol itu mengatakan, timnya tidak percaya diri ketika menggunakan ban berkompon keras di Jerez. Karena itu, Yamaha akhirnya memilih menggunakan ban soft. Maverick Vinales cukup senang karena berhasil bertahan hingga finis di tengah daya cengkeram yang buruk.

“Kami tidak memiliki perasaan yang cukup bagus dengan ban depan keras. Jadi, kami memilih lunak. Kita harus mencari cara agar ban keras bisa optimal. Sepertinya, pilihan itu cocok untuk Jerez,” papar Maverick Vinales, seperti dimuat Speedweek, Senin (20/7/2020).

“Jika Anda bekerja keras untuk bertahan dan finis kedua, itu bagus. Ketika ban depan tergelincir pada putaran tujuh, saya sadar ada masalah. Mungkin keputusan kami dengan ban depan ini tidak bagus, tetapi hal terpenting adalah membawa pulang 20 angka,” imbuh pembalap berusia 25 tahun itu.

Follow Berita Okezone di Google News

Yamaha dan Maverick Vinales harus benar-benar mencari cara bagaimana mengoptimalkan ban depan keras. Sebab, balapan berikutnya akan kembali digelar di Sirkuit Jerez-Angel Nieto pada 26 Juli mendatang dengan nama MotoGP Andalusia 2020.

Ban depan keras terbukti menjadi kunci sukses Fabio Quartararo pada seri perdana tersebut. Ia mampu mengatasi kejamnya aspal Sirkuit Jerez terhadap ban, yang berdampak pada buruknya daya cengkeram, sehingga keluar sebagai pemenang di MotoGP Spanyol 2020, Minggu 19 Juli malam WIB.

Buruknya daya cengkeram terlihat jelas ketika Marc Marquez terjatuh pada putaran ke-21 dari 25 yang dijadwalkan. Pembalap berpaspor Spanyol itu terpental dari motornya dan tersungkur di hamparan kerikil lintasan di luar tikungan ketiga.

Marc Marquez sebelumnya juga bermasalah dengan motor ketika melebar di tikungan empat pada putaran keempat. Setelah itu, ia memacu motornya dengan kencang. Kendati menggunakan ban keras (hard), The Baby Alien bisa memanjat dari posisi 16 hingga tiga.

Ausnya ban kemudian berdampak fatal karena dirinya terjatuh dan gagal finis. Menurut kabar terakhir, Marc Marquez harus mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat cederanya. Sang juara bertahan kemungkinan besar absen mengaspal pada pekan depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini