Apriyani/Mychelle Akui Kemenangan Siti/Ribka di PBSI Home Tournament

Bagas Abdiel, Jurnalis · Sabtu 18 Juli 2020 05:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 18 40 2248289 apriyani-mychelle-akui-kemenangan-siti-ribka-di-pbsi-home-tournament-z1WezB9AjL.jpg Apriyani Rahayu/Mychelle Crhystine Bandaso (Foto: PBSI)

JAKARTA – Ganda putri dadakan, Apriyani Rahayu/Mychelle Crhystine Bandaso, mengakui kemenangan yang diraih Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto di Final PBSI Home Tournament. Bermain di Pelatnas PBSI Cipayung, Jumat 17 Juli 2020, Apriyani/Mychelle menyerah dengan skor 17-21 dan 23-25.

Kekalahan tersebut membuat Apriyani/Mychelle harus puas finis di urutan kedua pada turnamen internal PBSI itu. Namun begitu, Apriyani/Mychelle mengakui kekalahannya dari Siti/Ribka yang merupakan unggulan satu di PBSI Home Tournament.

Apriyani/Mychelle

“Siti/Ribka sudah siap banget, enggak buru-buru. Mereka sudah hafal kalau saya mengembalikan bola, Mychelle akan langsung maju, lalu mereka arahkan ke belakang. Dari sini mereka dapat bola sambungannya. Dari awal mereka seperti ini dan kami enggak siap,” ungkap Apriyani, mengutip dari laman resmi PBSI, Sabtu (18/7/2020).

“Kami tetap bersyukur bisa memberi yang terbaik. Kami kan mainnya depan-belakang, lawan sudah tahu dan banyak kasih pukulan memanjang ke belakang, kami tidak siap,” tambah Mychelle.

Baca juga Siti/Ribka Ungkap Kunci Suksesnya Menangi PBSI Home Tournament

Sementara itu, prestasi apik telah diraih Apriyani/Mychelle. Meski harus puas dengan posisi runner-up, tetapi ini adalah hasil di luar dugaan, mengingat keduanya bukanlah pasangan yang sesungguhnya. Terlebih, Mychelle adalah pemain spesialis ganda campuran.

Tentu saja, hal itu memberi kesulitan tersendiri bagi Apriyani dan Mychelle untuk melakukan adaptasi. Apalagi pola permainan ganda putri sangat berbeda dengan ganda campuran.

“Ada tanggung jawab lebih itu pasti, bukan hanya saya yang mengingatkan, Mychelle juga mengingatkan saya di lapangan. Saya ingatkan dia kan biasa main ganda campuran posisinya terlalu di depan, coba deh mundur sedikit supaya kita dapat bola sambungannya,” lanjut Apriyani.

“Waktu pertama main kami harus berjuang sampai tiga game karena masih menyesuaikan ke pola main ganda putri. Saya mengerti Mychelle biasa main ganda campuran, jadi saya banyak cover setengah lapangan ke belakang,” sambungnya.

Apriyani/Mychelle

Sementara itu pencapaian menembus final adalah hal yang tidak disangka Apriyani/Mychelle. Keduanya mengaku nothing to lose memainkan turnamen ini dan bersyukur bisa menjadi runner-up di segala keterbatasan yang mereka miliki.

“Kami sebetulnya di sini main nothing to lose, Mychelle sudah lama enggak main ganda putri. Ini tidak bisa dijadikan alasan kekalahan kami di final, kami tetap bersyukur dengan hasil yang kami dapat, banyak pelajaran untuk kami,” pungkas Apriyani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini