Meski Menyulitkan, Fabio Quartararo Menyukai Sirkuit Assen

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 03 Juli 2020 03:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 38 2240351 meski-menyulitkan-fabio-quartararo-menyukai-sirkuit-assen-4oTvdVD3LY.jpg Fabio Quartararo menyukai Sirkuit Assen (Foto: MotoGP)

ANDORRA – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, menyebut Sirkuit Assen sebagai lintasan paling sulit buatnya secara fisik dan mental. Di saat bersamaan, El Diablo juga menyukai sirkuit tersebut karena menjadi satu-satunya tempat yang membawa kenangan manis di semua kelas.

Sirkuit Assen di Belanda sering disebut sebagai ‘Cathedral of Speed’. Lintasan sepanjang 4,5 kilometer (km) itu merupakan sirkuit yang paling sering menggelar ajang balap motor MotoGP sejak 1949. Sayangnya, balapan pada 2020 tidak dilangsungkan di sana karena pandemi Covid-19.

Baca juga: Vinales: Quartararo Harus Lebih Pahami Motor Yamaha

Layout Sirkuit Assen di Belanda (Foto: MotoGP)

Fabio Quartararo mengaku punya hubungan yang spesial dengan Sirkuit Assen. Selain menjadi pemegang rekor satu putaran tercepat di kualifikasi pada MotoGP 2019, sirkuit yang terletak di Provinsi Drenthe itu menjadi satu-satunya tempat di mana dirinya selalu naik podium.

Pembalap berpaspor Prancis itu naik podium di urutan dua pada Moto3 2015 di belakang Miguel Oliveira. Sementara pada Moto2 2018, Fabio Quartararo kembali menjadi runner-up seri setelah finis tepat di belakang Francesco Bagnaia. Pada MotoGP 2019, Fabio Quartararo hanya finis ketiga di belakang Maverick Vinales dan Marc Marquez

Fakta tersebut membuat Fabio Quartararo menyukai Sirkuit Assen. Namun, ia juga punya keluhan tersendiri. Menurutnya, Assen merupakan sirkuit yang paling melelahkan secara fisik dan mental. Sebab, pembalap harus mengaspal dengan presisi di setiap putaran.

“Assen adalah sirkuit di mana saya pernah naik podium di semua kelas. Saya benar-benar menyukainya. Namun, sirkuit itu sangat menyulitkan secara fisik dan mental. Lintasannya sangat cepat, tetapi tidak terlalu panjang. Jadi, Anda harus benar-benar presisi di setiap tikungan,” tutur Fabio Quartararo, dikutip dari Speedweek, Jumat (3/7/2020).

“Contohnya, jika Anda langsung membelok ke kanan dengan cepat setelah lintasan lurus, Anda harus benar-benar presisi. Banyak pembalap yang akan bilang Assen adalah salah satu sirkuit yang sulit, pertama untuk dipelajari, dan kedua karena harus sangat cepat,” tutup pembalap bernomor motor 20 itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini