Ini Alasan Fernando Alonso Sulit Kembali ke Balapan F1

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 19:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 19 37 2233110 ini-alasan-fernando-alonso-sulit-kembali-ke-balapan-f1-3UbOmz3v5a.JPG Fernando Alonso saat masih membela McLaren. (Twitter McLaren)

MADRID – Dalam beberapa pekan terakhir, banyak isu beredar yang mengatakan Fernando Alonso bakal kembali balapan di ajang Formula One (F1). Isu tersebut merebak usai manajer Alonso dan mantan bos Renault, Flavio Briatore mengatakan pembalap yang menyatakan pensiun dari pada 2018 itu cukup tertarik untuk kembali ke sesi balapan F1.

Sebagai seorang yang memiliki pengalaman yang banyak di dunia balap F1, tentu kehadiran Alonso bisa memberikan keuntungan untuk suatu tim. Namun, pertanyaannya adalah apa ada tim yang mau menerima pembalap yang tidak sabaran seperti Alonso?

Baca Juga: Fernando Alonso Berpeluang Kembali ke F1, Mark Webber: Mustahil

Fernando Alonso

Itulah yang menjadi pertanyaan mantan pembalap Red Bull Racing, Mark Webber. Ia merasa Alonso yang sekarang sulit bertahan di satu tim dengan memenuhi durasi kontrak yang sudah disepakati.

Jadi, jika tak bisa setia di satu tim setidaknya sampai kontrak berakhir, apa mau tim tersebut merekrut Alonso? Begitulah yang dipikirkan Webber. Sebagai orang yang pernah menghadapi Alonso, Webber cukup tahu cara berpikir pembalap berusia 38 tahun tersebut.

Tentu jika Alonso bakal melakukan hal tersebut alias tidak memenuhi kontrak yang sudah disepakati, maka tim yang mengincarnya jelas akan mencari pembalap lain. Lagipula, menurut Webber, Alonso yang sekarang juga tak mau bergabung dengan tim papan tengah. Sebab membela tim papan tengah menjadi alasan Alonso pensun pada 2018 silam karena kesulitan bersaing memperetbukan gelar bersama McLaren.

“Dia (Alonso) memang adalah seorang pembalap, dia rindu akan dunia balap. Namun, apa sebenarnya tujuannya? Apa dia bisa loyal dengan tim barunya selama dua atau tiga tahun kontraknya? Atau hanya untuk satu tahun dan empat bulan, kemudian tim harus mencari pembalap lain, lalu apa gunanya,” kata Webber, dikutip dari Crash, Jumat (19/6/2020).

“Saya tidak mengatakan dia tidak bisa (menyelesaikan kontrak dua tahun di satu tim), tetapi hal tersebut akan menjadi sebuah tantangan baginya, yakni untuk tetap termotivasi selama dua tahun, apalagi berada di tim papan tengah,” tutupnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini