Cerita Alex Marquez soal Momen Tersulit dalam Kariernya

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 29 Mei 2020 13:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 29 38 2221482 cerita-alex-marquez-soal-momen-tersulit-dalam-kariernya-4330122V0u.jpg Alex Marquez. (Foto: Twitter Alex Marquez)

CERVERA – Pembalap Tim Repsol Honda, Alex Marquez, menceritakan momen tersulitnya dalam meniti karier di dunia balap motor grand prix. Ia mengatakan bahwa musim 2015 dan 2016 menjadi masa tersulit dalam kariernya.

Pada musim itu, Alex diketahui masih berlomba di kelas Moto2. Ia menyadari betul harapan besar diberikan banyak pihak kepadanya karena baru saja tampil gemilang di kelas Moto3 hingga merebut gelar juara pada 2014.

Alex Marquez

Sayangnya, musim pertama dan kedua Alex mentas di kelas Moto2 tak bisa berjalan sesuai harapan. Adik dari Marc Marquez itu mengaku kesulitan beradaptasi di kelas yang baru hingga hanya bisa menempati posisi ke-14 dan 13 pada klasemen akhir pembalap di dua musim beruntun tersebut.

BACA JUGA: Dani Pedrosa Jadi Panutan Alex Marquez di MotoGP

Tetapi, Alex mengaku banyak mendapat pelajaran berharga dari momen tersebut. Ia menjadi memahami langkah apa yang harus dilakukan kala menghadapi situasi yang tak diharapkan. Berkat momen sulit itu, Alex pun akhirnya bisa mengukir karier apik. Dua tahun berselang atau tepatnya pada 2019, ia bisa merebut gelar juara di Moto2.

Kini, Alex pun akhirnya meniti karier di kelas yang lebih tinggi, yakni MotoGP. Ia dikontrak tim Repsol Honda untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Jorge Lorenzo pada akhir musim 2019 karena memilih pensiun.

"Pada 2015 dan 2016, saya mengalami waktu yang buruk, saya tidak beradaptasi. Saya datang setelah menjadi juara Moto3 dan saya tidak mendapatkan hasil yang saya harapkan. Tetapi, ini membantu saya berhenti melihat apa yang orang katakan atau apa yang mereka tulis,” ujar Alex, sebagaimana dikutip dari Tutto Motori Web, Jumat (29/5/2020).

“Ketika Anda benar-benar mengalami saat-saat sulit dan sedang kacau, lihat apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Anda melihat ada orang-orang di sekitar yang menginginkan yang terbaik untuk Anda dan orang lain yang dekat hanya karena Anda menang. Jika pada 2019 saya menjadi juara dunia Moto2, itu berkat kedua musim itu,” tukasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini