nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lorenzo Klaim Pantas Digaji Selangit oleh Ducati

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 20 Mei 2020 06:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 20 38 2216758 lorenzo-klaim-pantas-digaji-selangit-oleh-ducati-S3Xxt7iL7n.jpg Jorge Lorenzo merasa bayaran yang diterima di Ducati cukup setimpal (Foto: MotoGP)

LUGANO – Semasa membela Ducati Corse, Jorge Lorenzo, mendapat bayaran cukup tinggi, yakni 25 juta Euro (setara Rp403 miliar) untuk dua musim. Banyak pihak menganggap bayaran itu cukup mahal karena prestasi yang diraih tidak sebanding. Namun, menurut Por Fuera bayaran itu pantas.

Sekadar perbandingan, gaji yang diperoleh Danilo Petrucci sebagai penggantinya hanya 2,8 juta Euro (setara Rp45,2 miliar) per musim. Dengan gaji mencapai 12,5 juta Euro (setara Rp201,8 miliar), Jorge Lorenzo hanya kalah dari Marc Marquez dan unggul sedikit daripada Valentino Rossi.

Baca juga: Lorenzo Ungkap Alasan Terima Pinangan Ducati pada 2017

Jorge Lorenzo kembali sebagai pembalap tes Yamaha (Foto: Twitter/@MotoGP)

Gaji besar itu dianggap kurang layak diterima Jorge Lorenzo. Sebab, pria berusia 33 tahun itu hanya total menyumbang tiga kemenangan balapan bagi Ducati Corse pada 2017 dan 2018. Dengan jumlah nyaris setengahnya, Andrea Dovizioso sukses memberikan enam kemenangan pada rentang yang sama.

Jorge Lorenzo tak mau menggubris anggapan negatif tentang bayarannya selama dua tahun di Ducati tersebut. Menurutnya, seorang juara dunia seperti dirinya sangat pantas dibayar mahal. Apalagi, gaji itu tidak jauh berbeda dengan yang diterimanya bersama Yamaha pada 2015 dan 2016.

“Saya menganggap diri sendiri sebagai seorang juara dunia karena memang saya adalah seorang juara dunia. Atas dasar itulah, saya direkrut oleh Ducati dan dibayar dengan begitu tinggi. Saya adalah juara dunia MotoGP 2015. Bayaran itu tidak jauh berbeda dengan di Yamaha,” papar Jorge Lorenzo, dikutip dari GPOne, Rabu (20/5/2020).

“Saya pergi untuk sebuah tantangan di Ducati. Semua pembalap di MotoGP adalah orang yang hebat, tetapi mereka bukan seorang juara. Hanya Valentino (Rossi), (Marc) Marquez, dan saya. Itu sebuah fakta tidak terbantahkan,” tutup juara dunia MotoGP tiga kali tersebut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini