Share

Ide Manajer Tim Suzuki untuk Penyelenggaraan MotoGP 2020

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 15 Mei 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 15 38 2214641 ide-manajer-tim-suzuki-untuk-penyelenggaraan-motogp-2020-6MOBpWdL5n.jpg Para pembalap MotoGP (Foto: MotoGP)

HAMAMATSU MotoGP 2020 belum bisa dimulai karena pandemi Virus Corona (COVID-19). Selama pandemi ini belum selesai, banyak pihak meragukan MotoGP 2020 bisa digulirkan. Akan tetapi, Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, punya pikiran berbeda.

Brivio tetap optimis MotoGP 2020 dapat diselenggarakan meski dalam situasi sulit. Brivio menyatakan semua pihak tengah bekerja untuk mencari tahu bagaimana mendapatkan yang terbaik dari situasi sulit ini.

Davide Brivio (Foto: Cycle World)

Manajer Tim Suzuki itu punya bayangan bagaimana MotoGP 2020 mungkin digulirkan nantinya. Brivio menyebut balapan mungkin diselenggarakan di beberapa negara saja, seperti Spanyol, Italia, atau Austria. Akan tetapi, penyelenggaraan balapan juga harus dikomunikasikan dengan pemerintah setempat.

BACA JUGA: Sepakbola Eropa Kembali Bergeliat Jadi Sinyal Positif untuk MotoGP 2020

Dorna Sports selaku penyelenggara MotoGP harus berkoordinasi dengan setiap pemerintah terkait, soal bagaimana balapan akan berlangsung. Hal itu penting untuk dilakukan karena setiap pemerintah telah memiliki keputusan dan aturan yang berbeda untuk menangani pandemi.

Agar balapan bisa berjalan lancar, maka Dorna harus menyesuaikan protokol yang telah disiapkan dengan keputusan dan aturan pemerintah terkait. Akan tetapi, balapan juga mungkin batal digelar di beberapa negara karena tidak mendapatkan lampu hijau dari pemerintah terkait.

“Saya cukup yakin kami dapat mulai memperbaiki situasi, dan kemudian menyelesaikannya, dalam beberapa minggu mendatang. Kami semua berusaha mencari tahu bagaimana bisa mendapatkan yang terbaik dari situasi sulit ini,” ujar Brivio, menyadur dari Suzuki MotoGP, Jumat (15/5/2020).

“Kejuaraan ini dapat terbatas pada beberapa negara seperti Spanyol, Italia, atau Austria. Akan tetapi, pada akhirnya, pihak berwenang setempat masih harus memberi kami lampu hijau sebelum kami dapat mengonfirmasi apa pun,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini