nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir Telekoferensi Video Bareng Yao Ming dan Dirk Nowitzki

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 14:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 27 36 2189883 erick-thohir-telekoferensi-video-bareng-yao-ming-dan-dirk-nowitzki-Uapewb2fUg.jpg Erick Thohir saat lakukan telekoferensi video dengan central board FIBA. (Foto: IG Erick Thohir)

JAKARTA – Federasi Basket Dunia (FIBA) akhirnya memutuskan Piala Dunia Basket Putri 2022 bakal dilangsungkan di Austalia. Penentuan Austaralia menjadi tuan rumah Piala Dunia Basket Putri 2020 itu setelah para Dewan Pusat FIBA atau Central Board melakukan telekoferensi video pada Kamis 26 Maret 2020.

Menariknya, ada peran perwakilan Indonesia atas terpilihnya Australia sebagai tuan rumah tersebut. Sebab salah satu central board FIBA itu adalah Erick Thohir. Ya, saat ini ia memang kembali menjadi central board di Federasi Basket Dunia tersebut.

Baca Juga: Seri Spanyol Ikut Ditunda, Balapan Pembuka MotoGP 2020 Bisa Jadi di Catalunya

Erick bersama beberapa central board lainnya yang merupakan perwakilan dari berbagai negara, seperti Yao Ming, Dirk Nowitzki, Marcelo Bedoya, Yuko Mitsuka, Usie Raymonds Richards, dan masih banyak lainnya memang memutuskan semua itu melalu telekofensi. Hal itu dikarenakan adanya kekhawatiran virus corona jika mereka semua bertemu langsung.

Momen saat melakukan pertemuan secara online tersebut pun tak lupa untuk diabadikan oleh Erick. Di mana ia membagikan kejadian saat telekoferensi video dengan para central board tersebut di instagram pribadinya.

“FIBA central board. Rapat telekofensi video bersama FIBA, Andreas Zagklis, Yao Ming, Dirk Nowitzki, Andrey Kirilenko, Mark Tatum, dan semua member FIBA central board,” tulis Erick di postingan tentang rapat bersama FIBA central board,” Jumat (27/3/2020).

Sebelum ditentukannya Australia menjadi tuan rumah Piala Dunia Basket Putri 2022, sebenarnya ada kandidat lain, yakni Rusia. Namun, setelah kedua negara tersebut mempresentasikan diri di telekoferensi, central board FIBA pada akhirnya memilih Australia.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini