nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden IOC Akui Pertimbangkan Skenario Berbeda untuk Olimpiade 2020

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 21 Maret 2020 15:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 21 43 2186925 presiden-ioc-akui-pertimbangkan-skenario-berbeda-untuk-olimpiade-2020-yKNN8GC3HX.jpg Bendera logo Olimpiade (Foto: IOC)

NEW YORK – Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, mengakui pihaknya sedang mempertimbangkan beberapa skenario untuk penyelenggaraan Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Akan tetapi, hingga sejauh ini komitmen menggelar ajang olahraga multicabang terbesar itu tetap tinggi.

Kepastian soal Olimpiade Tokyo 2020 terus menjadi perdebatan. Sebab, beberapa ajang olahraga sudah resmi ditunda. Selain Piala Eropa 2020, ada juga Prancis Open (tenis) yang diundur pelaksanaannya akibat ancaman wabah virus Corona Covid-19.

Olimpiade Tokyo dihantui virus Corona (Foto: Reuters)

Baca juga: Presiden IOC Tak Miliki Rencana Batalkan Olimpiade Tokyo 2020

Jepang selaku tuan rumah Olimpiade 2020, termasuk negara dengan kasus positif virus Corona terbanyak. Hingga berita ini diturunkan, terdapat sedikitnya 1.728 kasus positif virus Corona di Negeri Matahari Terbit dengan 42 orang meninggal dunia.

Desakan untuk segera menunda Olimpiade Tokyo 2020 terus menguat. Thomas Bach sendiri mengakui sedang mempertimbangkan beberapa skenario berbeda. Namun, hingga saat ini, rencana untuk menggelar Olimpiade pada 24 Juli hingga 9 Agustus 2020 masih di jalur yang benar.

“Kami tidak tahu seperti apa situasinya nanti. Tentu saja, kami mempertimbangkan beberapa skenario berbeda. Namun, berbeda dengan organisasi olahraga atau liga profesional lain, kami masih punya waktu 4,5 bulan dari Olimpiade,” tutur Thomas Bach dalam sebuah sesi wawancara khusus di New York, Amerika Serikat (AS), dikutip dari Kyodo News, Sabtu (21/3/2020).

“Mereka (cabang olahraga lain) bahkan lebih optimis dari kami karena sebagian besar dari mereka menunda event hingga April atau bahkan Mei. Kita berbicara soal ajang yang digelar akhir Juli,” pungkas lelaki berkebangsaan Jerman tersebut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini