nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak Virus Korona, Nasib F1 GP China 2020 Ditentukan Pekan Depan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 08 Februari 2020 08:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 08 37 2165223 dampak-virus-korona-nasib-f1-gp-china-2020-ditentukan-pekan-depan-moj5l5nDQE.JPG F1 GP China 2020 kemungkinan besar ditunda akibat wabah virus Korona (Foto: Mercedes AMG Petronas)

LONDON – Direktur Olahraga Formula One (F1), Ross Brawn, memastikan GP China 2020 akan tetap digelar meski kemungkinan besar ditunda akibat penyebaran virus Korona. Sebab, antusiasme penonton di Sirkuit Internasional Shanghai sangat tinggi.

Seperti dikabarkan, China tengah dilanda wabah virus Korona yang pertama kali menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Virus bernama 2019-nCov itu telah memakan ratusan korban jiwa dan menyebabkan sejumlah acara bertaraf internasional yang mengambil tempat di China, dibatalkan.

Baca juga: Virus Korona Ancam Penyelenggaraan F1 GP China 2020

Federasi Olahraga Shanghai sudah mengumumkan tidak akan ada acara olahraga yang digelar hingga penyebaran virus itu berhasil dikendalikan. Situasi tersebut membuat para pengambil kebijakan di F1 memantau perkembangan dengan seksama.

Ross Brawn berharap keputusan akhir soal F1 GP China 2020 bakal diambil dalam waktu dua pekan ke depan. Sebab, keputusan akan berhubungan dengan transportasi logistik dari setiap tim ke Negeri Tirai Bambu. Ia sudah memastikan balapan tidak dibatalkan, tetapi diubah jadwal penyelenggaraannya.

“Jika balapan tidak digelar pada 19 April 2020 seperti yang sudah dijadwalkan, pasti akan ditunda. Kami membuka segala kemungkinan. Alasannya cukup rasional, China adalah salah satu pasar yang bagus buat olahraga ini,” ujar Ross Brawn, melansir dari Speedweek, Sabtu (8/2/2020).

“Jika ditunda, kami mungkin akan memindahkannya ke jadwal-jadwal akhir. Seluruh acara yang dijadwalkan pada Maret 2020 dibatalkan. Menurut saya, kami akan tahu apa yang akan terjadi dalam dua pekan ke depan. Sebab, ini berhubungan dengan transfer logistik,” pungkas lelaki berkebangsaan Inggris berusia 65 tahun tersebut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini