nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Crutchlow Akui Sempat Ingin Menyerah di MotoGP

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 05:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 13 38 2152118 crutchlow-akui-sempat-ingin-menyerah-di-motogp-Ed91C5pUdq.jpg Pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow (Foto: Laman Resmi MotoGP)

LONDON – Hingga memasuki usia 34 tahun, pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow, nyatanya masih aktif ikut balapan di Kejuaraan Dunia MotoGP. Bahkan, saat ini Crutchlow belum memikirkan untuk pensiun. Meski begitu, tak banyak yang tahu kalau Crutchlow sebenarnya hampir menyerah di pentas MotoGP.

Perlu diketahui, pada awalnya Crutchlow adalah seorang pembalap Superbike. Akan tetapi, pada 2011, ia mencoba terjun ke dunia balap motor MotoGP. Pada tahun itu Crutchlow bergabung dengan Monster Yamaha Tech3 dan memulai debutnya.

Baca juga: Repsol Honda Terbantu Talenta Marc Marquez di MotoGP 2019

Cal Crutchlow membela Tech3

Meski sama-sama ajang balap motor, namun terdapat perbedaan yang besar antara Superbike dengan MotoGP. Crutchlow sendiri pun merasa mengalami kesulitan di musim perdananya yang membuat ia hampir menyerah. Akan tetapi, ia terus mendapat semangat dari Manajer Tim Tedh3, Herve Poncharal. Hingga pada akhirnya di seri terakhir Crutchlow mendapat hasil bagus dan memutuskan bertahan.

“Setelah paruh pertama 2011, saya memberi tahu Herve bahwa saya ingin kembali ke Superbike. Tetapi dia berkata, ‘Tidak, kami akan terus melakukan ini bersama.’ Pada balapan terakhir tahun 2011, saya finis keempat. Saya juga memulai tahun 2012 dengan tempat keempat dan selalu merasa nyaman dengan motor MotoGP,” beber Crutchlow, mengutip dari Speedweek, Senin (13/1/2020).

Adapun yang menjadi alasan Crutchlow memulai karier di MotoGP karena ia merasa telah menjadi pembalap Inggris terbaik di 2010. Pada saat itu Crutchlow bisa dibilang tengah dalam performa bagus di ajang Superbike. Maka dari itu, ia mencoba menantang dirinya sendiri dengan tampil di MotoGP.

Cal Crutchlow

“Saya adalah pembalap Inggris terbaik pada tahun 2010. Kemudian saya adalah orang yang mengambil risiko. Saya bisa membuat diri saya nyaman di Kejuaraan Dunia Superbike. Tetapi hidup saya sekarang lebih dari nyaman,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini