nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Garcia: Vinales Lalui MotoGP 2019 dengan Penuh Nasib Sial

Ezha Herdanu, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 06:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 12 38 2140879 garcia-vinales-lalui-motogp-2019-dengan-penuh-nasib-sial-CgcV3EyLV6.jpg Maverick Vinales (Foto: motogp.com)

LESMO – Kepala kru Maverick Vinales di Tim Monster Energy Yamaha, Esteban Garcia, memberikan komentar soal kiprah pembalapnya di kejuaraan dunia MotoGP musim 2019. Garcia tak menampik bahwa Vinales harus rela menjalani balapan-balapan di MotoGP 2019 dengan sejumlah kesialan.

Sebagaiamana diketahui, Vinales memang mengawali kampanyenya di MotoGP 2019 dengan performa yang kurang menjanjikan. Disebut-sebut sebagai salah satu kandidat juara dunia, Vinales justru disibukkan dengan sejumlah masalah pada motornya, yakni YZR M-1.

Maverick Vinales

Terhitung dari 9 balapan di paruh pertama musim MotoGP 2019, Vinales hanya mampu mengklaim tiga kali podium. Baru pada paruh kedua MotoGP 2019, Vinales mampu bangkit dengan meraih empat podium, termasuk kemenangan di Sirkuit Sepang.

Baca Juga: Jarvis: Vinales Sukses Atasi Kelemahannya Sendiri pada Musim Lalu

Banyak berpendapat kebangkitan Vinales tersebut terpicu oleh performa impresif Fabio Quartararo yang membela Tim Petronas Yamaha SRT. Namun, Garcia membantah rumor tersebut. Ia berpendapat bahwa Vinales sejatinya sudah cukup kuat sejak awal MotoGP 2019, namun sedikit tak beruntung.

“Saya dengar ini berkali-kali. Orang bilang Fabio datang dan rider Yamaha lainnya jadi bekerja lebih keras dan melaju lebih cepat. Jujur saja, saya rasa ini bukanlah faktor dari perubahan pada pihak kami,” ucap Garcia, seperti disadur dari Total Motorsport, Kamis (12/12/2019).

“Di Qatar, kami meraih pole, dan kala itu Fabio belum bertarung di papan atas. Di Argentina, punya ritme balap yang sama dengan Marc Marquez, dan satu-satunya rival yang mampu melawannya, meski sayangnya kami gagal finis usai tertabrak Franco di lap terakhir,” lanjut pria asal Spanyol itu.

Maverick Vinales

“Kami pasti bisa memenangi Austin, toh kami punya ritme balap yang lebih baik dari sang pemenang (Alex Rins) dan Maverick merupakan pembalap tercepat di lintasan. Kemudian kami tiba di Jerez, sirkuit yang tak disukai Maverick sama sekali namun ia justru naik podium.”

Baca Juga: Yamaha Beri Kode Akan Perpanjang Kontrak Vinales

“Sejak itu, kami mulai mengatasi masalah tikungan. Di Le Mans, Maverick sangat kuat. Kami buruk di Q2 dan harus start dari posisi 1, namun saat berusaha merangkak naik, ia justru ditabrak oleh Francesco Bagnaia. Di Barcelona, pembalap lain (Jorge Lorenzo) menabraknya lagi, tutupnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini