nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gagal Taklukkan Tai Tzu Ying, Gregoria Evaluasi Penampilan

Djanti Virantika, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 18:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 07 40 2127038 gagal-taklukkan-tai-tzu-ying-gregoria-evaluasi-penampilan-ljf1IpJdYU.jpg Gregoria Mariska Tunjung. (Foto: Laman resmi PBSI)

FUZHOU – Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, harus menghentikan langkahnya di babak 16 besar Fuzhou China Open 2019 Super 750. Hal ini terjadi karena Gregoria gagal mengatasi permainan unggulan pertama asal Taiwan, Tai Tzu Ying. Ia takluk dua set langsung dengan skor 19-21 dan 17-21.

Mendapati hasil ini, Gregoria pun menilai perlu adanya perbaikan dalam penampilannya. Perbaikan tersebut harus dilakukan dari segi teknik serta nonteknik. Sebab, ia merasa masih kurang konsisten saat menjalani sebuah pertandingan. Akibatnya, keunggulan yang sudah berhasil diciptakan pun sering kali harus berakhir dengan kekalahan.

BACA JUGA: Jonatan ke Perempatfinal, Rinov/Pitha Tersingkir dari Fuzhou China Open 2019

Hal tersebut pun turut terjadi di pertemuan Gregoria dengan Tai Tzu Ying di Haixia Olympic Sports Center, China, pada Kamis (7/11/2019) pagi WIB. Gregoria yang sempat unggul 19-15 berhasil terkejar oleh lawan yang menyelesaikannya dengan skor 21-19.

Penampilan Gregoria Mariska Tunjung

“Penampilan saya masih sama, masih belum ada perubahan. Selalu seperti itu, sudah unggul, masih buru-buru mau mematikan. Tadi poinnya memang mepet, tapi saya merasa keteteran sekali, saya sering berada di posisi yang tidak menguntungkan untuk mengembalikan bola dengan baik,” ujar Gregoria, sebagaimana dikutip dari laman PBSI, Kamis (7/11/2019).

“Cara main saya bikin saya susah sendiri. Tadi banyak mati sendiri, pola main dan strateginya pun tidak jalan. Sebetulnya, lawan itu pola mainnya lambat, kalau mau saya cepetin pun enggak menguntungkan buat diri saya sendiri,” lanjutnya.

Penampilan Gregoria Mariska Tunjung

“Bukan cuma nonteknik seperti ketenangan, dari segi teknik, saya juga harus menambah latihan dari segi variasi pukulan dan tidak boleh monoton. Jadinya malah cocok-cocokan kalau ketemu lawan, padahal harusnya pemain bagus itu punya pola untuk tiap lawan yang berbeda,” tukas Gregoria.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini