nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iannone Akui Menyesal Telah Meninggalkan Ducati

Ezha Herdanu, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 07:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 19 38 2107075 iannone-akui-menyesal-telah-meninggalkan-ducati-TAY0Nh5jWS.jpg Andrea Iannone (Foto: motogp.com)

ALCANIZ – Andrea Iannone mengungkapkan salah satu penyesalan terbesar dalam perjalanan kariernya sebagai pembalap profesional. Iannone mengakui keputusannya meninggalkan Tim Ducati menjadi salah satu yang hingga kini masih disesalinya.

Sebagaimana diketahui, Iannone memang sempat menjadi bagian dalam Tim Ducati selama empat tahun – dua tahun bersama tim satelit dan dua tahun bersama tim pabrikan. Kiprah Iannone selama memperkuat Tim Ducati sendiri bisa dibilang tak terlalu buruk.

Andrea Iannone saat masih membela Tim Ducati

Secara total, Iannone berhasil mengklaim delapan podium selama empat musim membela tim asal Italia tersebut. Akan tetapi hubungan antara Iannone dan manajemen Ducati sempat memanas di pengujung musim 2016.

Baca Juga: Ketimbang Manajer, Iannone Justru Lebih Tertarik Jadi Pelatih Balap Fenati

Situasi tersebutlah yang akhirnya membuat Iannone memutuskan untuk hengkang dari Tim Ducati dan memilih bergabung bersama Tim Suzuki Ecstar. Namun perjalanan karier Iannone bersama Tim Suzuki nyatanya tak terlalu menjanjikan.

Iannone sendiri hanya menghabiskan dua tahun bersama Tim Suzuki sebelum akhirnya memilih melanjutkan perjalanan kariernya bersama Aprilia Gresini di MotoGP musim 2019. Bersama Tim Aprilia, Iannone juga tak terlalu menonjol dan bahkan belum pernah berhasil meraih podium.

Pembalap asal Italia itu pun mengakui dirinya sedikit menyesal telah memutuskan meninggalkan Tim Ducati. Terlebih setelah melihat kenyataan bahwa setelah dirinya hengkang, Tim Ducati justru mengalami peningkatan dan menjadi pesaing utama Repsol Honda dalam beberapa tahun terakhir.

Andrea Iannone

“Apakah Anda ingin tahu bahwa saya punya penyesalan? Ya, saya bisa memberi jawaban berbeda kepada sebuah panggilan telepon yang saya terima. Saya harusnya berkata 'ya' ketimbang 'tidak'. Tapi itu adalah bagian dari perjalanan saya,” ucap Iannone, seperti dikutip dari GPOne, Jumat (20/9/2019).

Baca Juga: Iannone Bantah Bakal Jadi Manajer Romano Fenati

“Saya kini lebih realistis, lebih sabar dan tak lagi kelewat instingtif. Jelas, dengan pengalaman, saya pasti bisa berkata 'ya' sekarang, dan sungguh berat untuk mengakuinya, karena saya kelewat bangga. Tapi ada kalanya Anda melakukan kesalahan dan harus membayarnya. Kini saya harus beranjak,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini