nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imam Nahrawi Sempat Bekukan PSSI, namun Royal soal Bonus

Ramdani Bur, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 19:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 18 43 2106482 imam-nahrawi-sempat-bekukan-pssi-namun-royal-soal-bonus-90nopmBEa7.jpg Menpora Imam saat mengunjungi kantor Okezone. (Foto: Okezone.com/Arif Bagus)

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ditetapkan KPK sebagai tersangka, atas dugaan kasus dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang diperkirakan mencapai Rp26,5 miliar. Selama lima tahun (2014-2019) menjadi Menpora, ada serangkaian hal yang dibuat politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Pada 17 April 2015 atau belum satu tahun menjabat sebagai Menpora, Imam sudah membuat sensasi. Saat itu, pria asal Bangkalan tersebut menandatangani Surat Keputusan (SK) bernomor 0137 tahun 2015 soal pembekuan PSSI.

Menpora

Surat itu keluar karena Menpora geram dengan otoritas penyelenggara Liga Indonesia yang tetap menggelar kompetisi. Saat itu, Menpora mengimbau otoritas penyelenggara Liga Indonesia patuh kepada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang tidak meloloskan sejumlah klub dalam tahap verifikasi.

BACA JUGA: Menpora Imam Nahrawi Tersangka, 5 Tahun Prestasi Olahraga Indonesia Amburadul

Akibat dari campur tangan pemerintah di atas, FIFA pun menjatuhkan hukuman kepada PSSI. Sesuai aturan yang dibuat FIFA, pemerintah di suatu negara tidak boleh melakukan intervensi kepada federasi sepakbola di suatu negara. Alhasil, sepakbola Indonesia bak mati suri selama satu tahun. Tim Nasional (Timnas) Indonesia baik senior maupun kelompok umur pun tidak diizinkan untuk turun di kompetisi atau turnamen bentukan FIFA.

Baru pada 10 Mei 2016, SK pembekuan dicabut Menpora. Tiga hari kemudian, FIFA pun mencabut hukuman pembekuan kepada PSSI dalam kongres yang mereka adakan di Meksiko. Meski begitu, ada beberapa jasa yang dibuat Imam selama lima tahun menjadi Menpora.

Menpora

Ia kerap royal dalam memberikan bonus kepada atlet berprestasi. Bahkan baru-baru ini, ia mengeluarkan peraturan menteri (Permen) kepada atlet yang meraih prestasi di single event. Contoh terbarunya adalah Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang meraih medali emas Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019.

Imam juga menyatarakan besaran bonus atlet-atlet Indonesia yang meraih medali di Asian Games dan Asian Para Games 2018. Saat itu, peraih medali emas di kedua ajang tersebut berhak menerima Rp1,5 miliar. Karena itu, selama menjabat sebagai Menpora, ada plus dan minus yang dilakukan pria 46 tahun tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini