nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Kunjung Bayar, 120 Atlet dan Pelatih Popnas Diusir dari Hotel

Edy Siswanto, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 12:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 10 43 2102888 tak-kunjung-bayar-120-atlet-dan-pelatih-popnas-diusir-dari-hotel-5Az6UOEkn9.jpg Atlet Popnas Papua harus meninggalkan hotel. (Foto: Okezone.com/Edy Siswanto)

JAYAPURA - Sebanyak 120 atlet dan pelatih Pekan Olahraga Pelajar (POP) Nasional 2019, yang sementara menjalani pemusatan pelatihan (TC) di Kota Jayapura harus menelan pil pahit. Hal itu setelah mereka diusir dari Hotel tempatnya menginap di Abepura Jayapura, Selasa (10/9/2019).

Pengusiran ini terpaksa dilakukan pihak manajemen hotel lantaran terhitung empat bulan berjalan, pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) Papua urung melunasi biaya penginapan.

Kepada awak media, pihak hotel mengaku baru mendapat bayaran 10 persen dari Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua. Sementara pihak hotel harus melayani puluhan atlet dan pelatih setiap hari.

"Setiap hari kita menyiapkan makan 3 kali, mulai dari breakfast, makan siang dan malam. Kemudian coffee break 2 kali, pagi dan sore. Sementara untuk kamarnya sendiri dapat harga corporate 550 ribu untuk tiga tipe kamar yaitu standar, superior dan deluxe kita jadikan satu harganya," kata Supervisor Front Office, Hamzah, Selasa (10/9/2019).

Hamzah mengatakan, jika ditotal jumlah yang belum dibayarkan Disorda kepada pihak hotel jumlahnya lebih dari Rp100 juta. Sementara akibat kebijakan itu, akhirnya puluhan atlet Popnas terpaksa dipulangkan kedaerah masing-masing.

Kekecewaan pun terlihat jelas diwajah Eki Tagabre (17) salah satu atlet pencak silat dari Kabupaten Jayapura yang dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Sebab, ia harus mengangkat semua barangnya dari Hotel Gamalama. Eki bahkan mengaku belum mendapatkan honor dari bulan Juli.

"Saya baru terima satu kali waktu bulan Juni, honor saya perbulan sebanyak 2 juta tapi dari kepala dinas tidak bayar, hotel juga tidak bayar jadi kita semua keluar hari ini dan kembali ke kabupaten masing-masing," ujarnya.

Meski begitu, Eki mengatakan dirinya sangat berharap dapat mengikuti Popnas yang akan digelar di Jakarta dalam waktu dekat ini.

Paul, salah satu pelatih tarung derajat mengatakan, di Hotel Gamalama ada enam atlet cabang olahraga yang diinapkan yakni Karate, Silat, Tarung Derajat, Panahan, Tenis Meja dan Basket. Paul juga mengatakan tak hanya hotel dan honor atlet saja yang belum dibayar, tetapi honor pelatih juga belum dibayar selama 3 bulan.

"Dari dinas sendiri janjinya tanggal 30 Agustus kemarin akan menyelesaikan semua pembayaran tetapi sudah lewat waktu sehingga hotel mengeluarkan kami dengan harapan ada perhatian dari dinas," ungkapnya.

Paul mengatakan, pihaknya sudah berupaya menghubungi dan melakukan koordinasi dengan dinas terkai, namun belum mendapat jawaban.

"Kepala dinas yang baru dilantik tidak mau menandatangani pembayaran sebab menurutnya itu adalah tanggung jawab kepala dinas yang lama. Saya sudah WA (whatsapp) dan telepon tapi belum ada tanggapan," paparnya.

Paul juga mengungkapkan, terbengkalainya atlet Popnas juga akibat dari demo anarkis yang dilakukan belum lama ini sehingga mengganggu proses latihan.

"Sebelum adanya demo kita masih aman, tetapi setelah ada demo kita pulangkan atlet, otomatis kegiatan latihan terganggu dan semenatara sudah banyak yang tidak berjalan karena atlet dari kabupaten kita pulangkan itu pun menggunakan biaya dari pelatih masing-masing," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini