nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Api ASEAN Schools Games Disimpan dalam Lampu Sentir

Taufik Budi, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 22:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 17 43 2080325 api-asean-schools-games-disimpan-dalam-lampu-sentir-UouAYvVRd4.jpg Api abadi dalam lampu sentir (Foto: Okezone/Taufik Budi)

SEMARANG - Api abadi yang diarak untuk merayakan perhelatan ASEAN Schools Games disimpan dalam lampu sentir agar tak padam. Beberapa anggota Satpol Pamong Praja disiagakan untuk menjaga api yang disimpan di Balai Kota Semarang itu.

"Ya ini apinya (untuk Asean Schools Games)," ujar anggota Satpol PP Kota Semarang tanpa menyebutkan namanya, Rabu (17/7/2019).

Lampu sentir antibadai itu ditaruh di atas meja sebelah televisi di belakang meja penjagaan Satpol PP. Tiga anggota Satpol PP tampak bersiaga di lokasi. Dua orang sibuk menyaksikan siaran sepakbola melalui layar televisi, sementara seorang lainnya terlihat melayani pertanyaan warga yang berkunjung.

"Apinya dijaga tidak boleh mati. Kita menjaganya," tambah dia.

Lampu sentir dijaga dua anggota Satpol PP (Foto: Okezone/Taufik Budi)

Sebelumnya, Torch Relay Obor Api Abadi dari Mrapen Grobogan itu diarak sekira 8,5 kilometer oleh ratusan orang menuju Semarang. Selain 10 atlet, ikut mengiring jalannya obor adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan istri, Siti Atikoh, dengan mengayuh sepeda.

BACA JUGA: Lepas Kontingen Pelajar Indonesia, Menpora: Kita Harus Dukung Mereka!

Di atas mobil double cabin Obor Api Abadi diiring dari Grobogan pukul 10.00 WIB dan tiba di Semarang sekira pukul 12.15 WIB. Ratusan orang dari berbagai hobi turut mengiring obor, sebelum akhirnya disambut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama istri dan para difabel di Pedurungan Semarang. Rombongan berhenti di Lawang Sewu sebelum finish di Balai Kota Semarang.

"Semarang ini panasnya luar biasa mencapai 42,2°C. Tapi ini adalah panasnya olahraga, panasnya Api Mrapen bukan panasnya pilpres kemarin," kata Ganjar.

Pada ASEAN Schools Games ke-11 ini, Jawa Tengah, Semarang khususnya didapuk sebagai tuan rumah perlombaan yang digelar hingga 25 Juli mendatang. Diikuti 1.578 atlet dari 10 negara, yakni Thailand, Vietnam, Malaysia, Myanmar, Kamboja, Brunai Darussalam, Laos, Filipina, Singapura, dan Indonesia.

(ADP)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini