nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Susy Susanti: Praveen/Melati Harus Lebih Cerdik Menganalisa Lawan

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 15:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 12 40 2065674 susy-susanti-praveen-melati-harus-lebih-cerdik-menganalisa-lawan-8z8ONfPkb6.jpg Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Foto: PBSI)

JAKARTA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, mengevaluasi penampilan pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti usai gelaran Australia Open 2019 kemarin. Pada ajang tersebut, Praveen/Melati harus puas menempati posisi runner-up usai kalah sari wakil Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping, dengan skor 15-21, 8-21.

Pencapaian Praveen/Melati di ajang Australia Open 2019 dinilai Susy cukup luar biasa. Mengingat perjalanan mereka ke babak final juga tidak mudah. Dalam perjalanan ke final, Praveen/Melati menumbangkan unggulan ketiga yang juga juara All England 2018, Yuta Watanabe/Arisa Higashino dari Jepang. Juga pasangan perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016 asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Baca juga: Susy Susanti Harap Jonatan dan Anthony Lebih Konsisten

Praveen/Melati

Sayang, di partai final, Susy menilai pasangan peringkat tujuh dunia itu perlu untuk belajar lebih cerdik dalam menganalisa permainan lawan.

"Praveen itu punya potensi, tinggal kemauan dia, dia harus lebih siap lagi. Kestabilannya masih naik turun, padahal ini waktunya Praveen. Melati cenderung lebih baru di level elit, dibanding Praveen. Jadi tugas Praveen untuk membimbing Melati untuk bisa menarik Melati ke atas supaya bisa jadi pasangan yang solid. Melati memang butuh kerja keras,” ujar Susy, melansir dari laman resmi PBSI, Rabu (12/6/2019).

Praveen/Melati

"Praveen/Melati juga harus lebih cerdik menganalisa lawan, misalnya Wang/Huang, sudah lima kali kalah. Benar-benar harus dipelajari kekalahan sebelumnya, misalnya banyak error, ya perlu ditingkatkan fokusnya, diperkuat defense-nya, misalnya Melati di latihan 'dikeroyok' lawan tiga pemain putra. Atau serangannya? latihan smash sampai 1000 bola deh istilahnya,"

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini