nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lupakan Mimpi Buruk di Mugello, Rossi Tatap MotoGP Catalunya 2019

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 04 Juni 2019 09:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 03 38 2063522 lupakan-mimpi-buruk-di-mugello-rossi-tatap-motogp-catalunya-2019-0neS7prXPx.jpg Valentino Rossi langsung menatap seri berikutnya di MotoGP Catalunya 2019 (Foto: MotoGP)

MUGELLO – Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, menyebut balapan MotoGP Italia 2019 adalah salah satu yang terburuk buatnya. The Doctor juga kurang yakin dengan peluangnya pada balapan-balapan selanjutnya, termasuk MotoGP Catalunya yang berjarak dua pekan.

Penampilan Valentino Rossi memang sangat buruk di Sirkuit Mugello sepanjang akhir pekan. Ia gagal menorehkan catatan waktu terbaik di sesi latihan sehingga harus memulai kualifikasi dari babak pertama. Pembalap asal Italia itu lantas mengakhiri sesi kualifikasi di posisi 18.

Valentino Rossi terjatuh di MotoGP Italia 2019

(Baca juga: Gagal Finis di MotoGP Italia 2019, Rossi Sesalkan Penampilan Buruk di Kualifikasi)

Posisi start yang terlalu belakang membuat Valentino Rossi kesulitan saat balapan. Ia sempat terlibat insiden dengan Joan Mir sebelum akhirnya terjatuh jelang 10 putaran terakhir lomba. Pria berusia 40 tahun itu tentu ingin melupakan segala kegagalan di Mugello dan fokus untuk seri berikutnya.

Namun, Valentino Rossi pesimis dengan peluang Yamaha untuk tampil bagus di Catalunya. Salah satu penyebabnya adalah kecepatan motor yang masih tertinggal jauh dari Ducati dan Honda, bahkan Suzuki. Ia hanya bertekad untuk mengerahkan kemampuan maksimal demi meraih hasil yang lebih baik.

Valentino Rossi

“Saya menyukai Catalunya, juga Mugello dan Le Mans, Assen juga. Jadi, sepanjang Mei hingga Juni kami akan membalap di sirkuit-sirkuit kesukaan saya. Apa yang bisa kita lakukan? Hanya fokus. Kami tidak boleh banyak melakukan kesalahan di sesi latihan, tetapi saat ini terlalu banyak hal yang kami coba sebagai tim pabrikan,” tutur Valentino Rossi, mengutip dari Speedweek, Selasa (4/6/2019).

“Kami harus membuat motor lebih bertenaga. Akan tetapi, saya yakin kami akan sulit mencapai podium di Barcelona. Yamaha sedang bekerja keras, tetapi kecepatan motor tidak akan bertambah karena pengembangan mesin dibekukan sejak awal musim. Jadi, kami harus menerimanya,” imbuh pria berusia 40 tahun tersebut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini