nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komentar Kamura/Sonoda soal Keputusan Wasit di Laga Kontra Marcus/Kevin

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Minggu 28 April 2019 07:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 28 40 2048952 komentar-kamura-sonoda-soal-keputusan-wasit-di-laga-kontra-marcus-kevin-hk9YCu9Xs1.jpg Marcus/Kevin vs Kamura/Sonoda. (Foto: Laman Resmi PBSI)

WUHAN – Pasangan ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, gagal melaju ke partai terakhir dari Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019. Hal tersebut dikarenakan mereka takluk dari Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia) dengan skor 21-13, 10-21, dan 19-21, pada Sabtu 27 April 2019.

Laga yang berlangsung di Wuhan Sports Center, China, itu berjalan dengan sangat sengit. Bahkan ketika kedua pasangan itu bermain di game ketiga, sempat ada insiden yang membuat pertandingan semakin memanas. Momen menegangkan itu terjadi saat Kamura/Sonoda merasa dirugikan dengan keputusan wasit.

Baca Juga: Marcus/Kevin Siap Hadapi Laga Final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019

Kamura/Sonoda merasa wasit memutuskan suatu pilihan yang salah ketika ada momen shuttlecock yang melewati Marcus. Jadi menurut pasangan Jepang itu, shuttlecock benar-benar mengenai tubuh Marcus dan seharusnya fault, namun nyatanya wasit memutuskan shuttlecock tersebut keluar. Berkat insiden itu, Kamura/Sonoda kehilangan poin penting.

Tak hanya kehilangan poin, Kamura/Sonoda juga menjadi kehilangan konsentrasi karena melakukan protes keras terhadap wasit. Akibat emosi, arah angin permainan pun berubah. Marcus/Kevin dapat mengambil momentum tersebut untuk menyerang hingga akhirnya mengalahkan Kamura/Sonoda.

Usai laga berlaga, Kamura/Sonoda sedikit menyesal. Penyesalan itu bukan karena keputusan wasit, namun melainkan mereka tak bisa mengontrol emosi sehingga jadi bermain buruk karena tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Ia juga tak mempermasalahkan hal tersebut kepada Marcus karena rekan Kevin itu mengaku shuttlecock mengenai dirinya.

"Kami tahu kami tidak bisa mengubah apa pun saat itu, seharusnya kami bisa cool down pada saat sudah mengajukan protes, namun tadi kami tidak bisa mengendalikan hal itu," kata Kamura, mengutip dari laman resmi PBSI, Minggu (28/4/2019).

“Kami sadar bahwa kejadian miss-judgement seperti ini bisa saja terjadi lagi di periode race to olympic nanti. Tapi kami harus bisa mengontrol emosi, pasti berpengaruh beberapa saat, namun setelahnya kami harus bisa konsentrasi lagi ke permainan,” pungkas pasangan ranking tiga dunia tersebut.

(RNR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini