nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Ganda Putra Terakhir Indonesia yang Jawara Kejuaraan Bulu Tangkis Asia

Djanti Virantika, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 13:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 23 40 2046951 5-ganda-putra-terakhir-indonesia-yang-jawara-kejuaraan-bulu-tangkis-asia-SAlV703Emu.jpg Markis Kido/Hendra Setiawan saat menjuarai Olimpiade Beijing. (Foto: AFP)

TURNAMEN bulu tangkis perorangan se-Asia, Kejuaraan Bulu Tangkis Asia, bakal kembali digelar mulai hari ini, Selasa (23/4/2019) hingga Minggu 28 April 2019. Turnamen akan dihelat di Negeri Tirai Bambu –julukan China, atau tepatnya di Wuhan Sports Gymnasium, China.

Sejumlah wakil Indonesia sendiri dipastikan bakal turut mentas di ajang yang setara dengan kejuaraan BWF World Tour Super 500 ini. Penampilan wakil Indonesia di nomor ganda putra pun menjadi salah satu yang paling dinantikan.

Sebab, di nomor ini, Indonesia memiliki wakil-wakil yang begitu hebat serta diunggulkan di dunia. Sebut saja seperti ganda putra peringkat satu dunia, yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, hingga pasangan pemenang All England 2019, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Mereka tentu saja dijagokan untuk keluar sebagai peraih medali emas di turnamen ini. Pasangan ganda putra Indonesia ini diharapkan bisa mengulang kesuksesan wakil-wakil sebelumnya. Ada beberapa pasangan ganda putra Indonesia yang sudah mencicipi langsung medali emas Kejuaraan Bulu Tangkis Asia. Kali ini, Okezone pun akan membahasnya. Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Selasa (23/4/2019), berikut lima ganda putra terakhir Indonesia yang jawara Kejuaraan Bulu Tangkis Asia.

5. Markis Kido/Hendra Setiawan

Di urutan kelima, ada nama Markis Kido/Hendra Setiawan. Mereka tercatat telah dua kali mencicipi bertengger di podium pertama Kejuaraan Bulu Tangkis Asia. Hal itu terjadi pada gelaran Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2005 dan 2009.

Markis Kido/Hendra Setiawan

Pada 2005, Kido/Hendra memastikan diri keluar sebagai kampiun pada ajang tersebut setelah menumbangkan wakil Korea Selatan, Lee Jae-jin/Jung Jae-sung. Sementara medali perunggu dipastikan jadi milik Tan Bin Shen/Ong Soon Hock (Malaysia) dan Hendra A Gunawan/Joko Riyadi (Indonesia).

Pada 2009, Kido/Hendra kembali berjumpa dengan wakil Korea Selatan di babak final. Tapi kali ini, mereka berhadapan dengan Ko Sung Hyun/ Yoo Yeon Seong. Dihadapkan dengan wakil tuan rumah, tak menyurutkan semangat Kido/Hendra kala itu. Alhasil, mereka dapat keluar sebagai kampiun setelah menaklukkan ganda putra tuan rumah secara straight set dengan skor 21-18 dan 26-24.

4. Sigit Budiarto/Tri Kusharyanto

Selanjutnya, ada nama Sigit Budiarto/Tri Kusharyanto yang berhasil merengkuh medali emas di ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia pada 2004. Gelar juara ini diraih Sigit/Tri setelah berhadapan dengan rekan senegaranya, Candra Wijaya/Halim Haryanto di babak final.

Laju ganda putra Indonesia memang begitu apik pada tahun itu sehingga bisa meloloskan dua wakilnya ke babak final. Sigit/Tri berhasil melaju ke babak pamungkas setelah mengalahkan pasangan tuan rumah, Chan Chong Min/Chew Choon Eng, dua set langsung dengan skor 15-8 dan 15-9. Sementara Candra/Halim, mereka merebut tiket ke final usai menumbangkan pasangan lain Indonesia, Flandy Limpele/Eng Hian, dengan skor 15-7, 15-11

Pertarungan Sigit/Tri kontra Chandra/Halim di babak final pun berlangsung sengit. Tetapi, gelar juara pun dipastikan menjadi milik Sigit/Tri setelah menumbangkan Chandra/Halim dengan skor 15-3 dan 15-5.

3. Bambang Suprianto/Tri Kusharyanto

Sebelum merengkuh gelar juara bersama Sigit Budiarto, Tri Kusharyanto telah mencicipi medali emas di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia lebih dahulu. Hal tersebut terjadi tiga tahun sebelumnya atau tepatnya pada gelaran Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2001. Saat itu, Tri berpasangan dengan Bambang Suprianto.

Sama seperti 2004, Bambang/Tri juga harus berhadapan dengan rekan senegaranya untuk bisa menyegel gelar juara. Kali ini, mereka dihadapkan dengan pasangan Tony Gunawan/Candra Wijaya. Lantaran tak mampu mengatasi Bambang/Tri, Tony/Candra pun harus puas hanya menyegel medali perak kala itu. Sementara medali perunggu dipastikan jadi milik Cheng Rui/Wang Wei (China) dan Hendra Gunawan/Alvent Yulianto (Indonesia).

2. Rexy Mainaky/Tony Gunawan

Selanjutnya, pasangan ganda putra, Rexy Mainaky/Tony Gunawan, juga pernah merengkuh medali emas di turnamen bulu tangkis perorangan se-Asia. Hal tersebut didapatkan Rexy/Tony pada gelaran Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2000.

Gelar ini dipastikan menjadi milik Rexy/Tony setelah mereka menumbangkan wakil Malaysia, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah di babak final. Sementara medali perunggu didapat oleh dua wakil Indonesia, yakni Candra Wijaya/Antonius Budi Ariantho dan Imam Sodikin/Luluk Hadiyanto.

Kesuksesan Rexy/Tony turut mengantarkan Indonesia bertengger di peringkat pertama pada klasemen akhir perolehan medali di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2011. Indonesia total merengkuh tiga mendali emas, empat perak, dan enam perunggu.

1. Denny Kantono/Antonius Ariantho

Terakhir, ada nama pasangan ganda putra, Denny Kantono/Antonius Ariantho. Mereka meraih medali emas di ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia pada 1997. Kala itu, Denny/Antonius menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang merengkuh medali emas di ajang tersebut.

Mereka mematahkan dominasi China yang hampir menyapu bersih medali emas pada tahun itu. Sebab, di empat nomor lain yang dipertandingkan berhasil dimenangkan oleh China. Keempat wakil itu ialah Sun Jun (tunggal putra), Yao Yan (tunggal putri), Liu Zhong/Huang Nanyan (ganda putri), dan Zhang Jun/Liu Lu (ganda campuran).

1 / 5
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini