Diprotes 4 Tim soal Winglet, Ciabatti: Ducati Tak Khawatir!

Djanti Virantika, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 12 38 2028823 diprotes-4-tim-soal-winglet-ciabatti-ducati-tak-khawatir-mO7RPZiv62.jpg Andrea Dovizioso. (Foto: Laman resmi MotoGP)

LOSAIL – Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, buka suara soal diprotesnya winglet yang terpasang pada motor baru timnya. Ciabatti memastikan Ducati tetap santai menanggapi situasi ini. Bahkan, menurutnya, Ducati tak terlalu mengkhawatirkan masalah ini.

Kemenangan yang diraih Ducati lewat penampilan Andrea Dovizioso di MotoGP Qatar 2019 mendapat protes dari empat tim, yakni Honda, KTM, Aprilia, dan Suzuki. Mereka meminta pihak MotoGP menganulir kemenangan tersebut lantaran adanya perangkat ilegal yang digunakan pada motor anyar Dovizioso. Perangkat tersebut adalah winglet yang terletak pada terpasang di bagian depan ban belakang motor Ducati.

Marc Marquez dan Andrea Dovizioso

Tetapi, permintaan keempat tim ini tak dikabulkan oleh pihak penyelenggara MotoGP. Sebab, perangkat tersebut dinilai legal sehingga kemenangan The Little Dragon –julukan Dovizioso– dinyatakan sah.

BACA JUGA: Menang di MotoGP Qatar 2019, Dovizioso Puji Kerja Keras Tim Ducati

Mendapat protes dari banyak tim, Ciabatti memastikan dirinya dan seluruh pihak lain di MotoGP tak merasa gusar. Ia justru merasa bingung adanya protes tersebut. Sebab, Ducati telah menjelaskan fungsi dari winglet tersebut jauh sebelum balapan digelar.

Andrea Dovizioso

"Kami tidak terlalu khawatir ketika mendengar protes ini (terkait winglet di motor baru Ducati). Sebab, semua tim telah menerima klarifikasi teknis ini tepat waktu. Di awal musim, Race Direction telah menjelaskan semuanya,” ujar Ciabatti, sebagaimana dikutip dari Speedweek, Selasa (12/3/2019).

“Sementara itu, masing-masing tim bisa mengangkat jari mereka dan berkata, 'Kami tidak suka bagian ini. Kami tidak setuju. Kami perlu klarifikasi lebih lanjut, ada inkonsistensi.' Tetapi, hal seperti itu tidak terjadi dan kemudian muncul protes,” tukasnya.

(dji)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini