nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Legenda MotoGP Nilai Pembalap Bukan Satu-satunya Faktor Penentu Hasil

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 23:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 11 38 2003280 legenda-motogp-nilai-pembalap-bukan-satu-satunya-faktor-penentu-hasil-kj3qnhTO8V.jpg Marc Marquez dan Andrea Dovizioso. (Foto: Laman resmi MotoGP)

CLERMONT-FERRAND – Leganda balap MotoGP, Christian Sarron, mengatakan hasil balapan tak hanya ditentukan dari kesiapan para pembalap. Menurutnya, ada banyak faktor lain yang perlu diperhatikan agar hasil manis bisa diraih.

Selain peran pembalap, Sarron menilai pentingnya setiap tim menyoroti strategi untuk balapan. Dengan strategi yang tepat, dirinya pun yakin hasil manis bisa diraih. Selain strategi, ia juga menyebut pentingnya penggunaan mesin. Dengan mesin yang tepat, tenaga yang dikeluarkan motor pun akan keluar dengan optimal.

Vinales Jadi yang Tercepat di Sirkuit Le Mans Prancis

Dengan mempersiapkan seluruh elemen tersebut dengan baik, Sarron memastikan hasil manis akan diraih. Bahkan, meski sang pembalap dihadapi persaingan yang ketat, mereka tetap takkan kehilangan kesempatan meraih hasil manis. Kondisi ini dapat terlihat kala pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso, bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP Aragon 2018. Marquez akhirnya bisa tetap memenangkan perlombaan, meski berkali-kali mendapat tekanan besar dari Dovizioso.

BACA JUGA: Vinales Takjub dengan Ketatnya Persaingan di MotoGP

"Sebagian besar pabrikan harus mengurangi tenaga mesin pada awal lomba untuk memastikan menyelesaikan lomba. Semua tergantung pada kapasitas tangki yang secara hukum 22 liter. Mereka yang memiliki lebih sedikit masalah ini mendapat keuntungan. Di GP Aragon, saat Marc Marquez terlibat pertarungan dengan Andrea Dovizioso, dia terlampaui di setiap garis lurus dengan setiap akselerasi. Kami melihat jelas Honda mengelola situasi dengan dua peta berbeda,” ujar Sarron, sebagaimana dikutip dari Paddock GP, Jumat (11/1/2019).

Asapi Marquez, Andrea Dovizioso Tercepat pada MotoGP San Marino 2018

“Yang pertama digunakan hingga tiga lap dari finis, di mana Marquez harus beralih ke posisi dua yang memberinya lebih banyak kekuatan. Mesinnya kemudian memiliki lebih banyak kecepatan, itu tidak lagi dilampaui dengan cara yang sama oleh Dovizioso di akhir balapan. Marquez kemudian bisa menyerang Dovizioso dengan kekuatan lebih rendah. Di tiga lap terakhir, ia mampu memaksakan langkahnya dengan mengonsumsi sedikit lebih banyak. Untuk mengelola dengan baik akhir balapan, itu bukan hanya mengemudi. Ada juga strategi, penggunaan mesin dan tenaga, sehingga jumlah bahan bakar tersedia,” tukasnya.

(dji)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini