nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini PR Yamaha dalam Menangani Rossi dan Vinales

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Minggu 11 November 2018 00:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 10 38 1976078 ini-pr-yamaha-dalam-menangani-rossi-dan-vinales-13ZDSSk4yy.jpg Valentino Rossi dan Maverick Vinales (Foto: Laman resmi MotoGP)

LESMO – Setelah selama 12 bulan lebih tak ada pembalap Yamaha yang mampu memenangkan balapan MotoGP, catatan buruk itu akhirnya terputus kala Maverick Vinales menjadi yang tercepat di Sirkuit Phillip Island, Australia, 2018. Kendati demikian, mantan pembalap Superbike, Neil Hodgson, menilai Yamaha masih memiliki sejumlah tugas yang harus diselesaikannya.

Hodgson beranggapan kalau saat ini strategi yang diterapkan Yamaha terhadap dua pembalapnya, yakni Vinales dan Valentino Rossi, tidak berlangsung baik. Saat ini, Rossi dan Vinales berkendara dengan menggunakan sasis motor yang sama. Menurut Hodgson, hal itu tidak berjalan efektif, lantaran kedua pembalap memiliki gaya balap yang berbeda.

(Baca juga: Ciabatti Jelaskan Situasi Lorenzo dan Dovizioso Sudah Damai)

Rossi vs Vinales

Selain itu, Yamaha juga kerap berfokus pada pengembangan motor dengan menjadikan Rossi sebagai acuannya. Hal itu juga dinilai Hodgson bukan sesuatu yang bijak. Pasalnya, apabila pengembangan hanya beracuan kepada Rossi, maka Vinales akan kesulitan mengendarai motor balap Yamaha. Hodgson menyarankan agar Yamaha juga lebih sering mendengar saran dan masukan dari Vinales.

“Kedua pembalap seharusnya dapat mengendarai sasis yang berbeda sesuai dengan gaya mengemudi mereka. Mungkin itu akan terjadi pada musim dingin ini. Anda mungkin melihat perbedaan yang lebih besar. Masalahnya hanya dengan mesin. Saya kira Anda harus memilih konfigurasi yang sama. Itu bisa membuat hal-hal menjadi rumit," ucap Hodgson, menyadur dari Speedweek, Minggu (11/11/2018).

Vinales dan Rossi

“Anda (Yamaha) harus mengelola situasi dengan hati-hati, namun saya yakin Anda menyadarinya. Itulah yang mereka lakukan dengan baik tahun ini selama musim kemarau. Anda harus menganalisis semuanya, apa yang salah, dan bagaimana kita bisa berkembang? Itu harusnya bisa menjadi salah satu bidang yang bisa mereka pikirkan," tandas Hodgson.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini