nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Jonatan Kalah dari Anthony di China Open 2018

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 14:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 08 40 1975065 alasan-jonatan-kalah-dari-anthony-di-china-open-2018-R5vrv3xzeo.jpg Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. (Foto: Laman resmi PBSI)

FUZHOU – Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengklaim bahwa permainan yang sangat agresif yang diperlihatkan rekan senegaranya, yakni Anthony Sinisuka Ginting, menjadi alasan dirinya takluk di babak kedua China Open 2018 pada Kamis (8/11/2018). Karena permainan yang agresif tersebut, Jonatan mengaku tak bisa menyamai kecepatan Anthony hingga akhirnya ia pun kalah melalui tiga set, 20-22, 22-20, dan 11-21.

Jonatan menyebut bahwa sejak game pertama dirinya sudah melakukan kesalahan fatal karena menyia-nyiakan keunggulan yang dimilikinya saat laga masih berlangsung. Karena kesalahannya itu, Jonatan pun harus berjuang keras di set kedua.

Baca Juga: Taklukkan Jonatan, Anthony Melaju ke Perempatfinal China Open 2018

Beruntung, di set kedua pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu mampu mengambil alih permainan. Meski tak memiliki jarak poin yang berbeda jauh, namun Jonatan mampu mencuri set tersebut sehingga memaksa laga berlanjut ke rubber set.

Di rubber setlah kekalahan Jonatan semakin terlihat jelas. Ia tampak kesulitan menghadapi pergerakan-pergerakan cepat Anthony dan akhirnya jarak poin pun terlampau jauh. Jonatan mengaku sangat sulit menahan keagresifan yang diperlihatkan teman latihannya itu.

"Saya sudah leading di game pertama tapi tidak bisa menyelesaikan, itu cukup fatal karena game pertama adalah modal buat saya. Ini saya jadikan pengalaman, saya harus lebih siap lagi," ujar Jonatan, mengutip dari laman resmi PBSI, Kamis (8/11/2018).

"Saya sudah mengira bakal ramai pertandingannya, kami sudah sering bertemu juga di latihan. Ginting (Anthonya) lebih agresif kali ini. Waktu ketinggalan di game pertama, dia banyak menekan. Pada game terakhir, saya tidak bisa menahan permainannya yang agresif dan cepat," tutup pebulu tangkis berusia 21 tahun itu.

(RNR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini