nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim Pengungsi Akan Ikut Ambil Bagian Lagi di Olimpiade 2020

Bagas Abdiel, Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2018 09:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 13 43 1963481 tim-pengungsi-akan-ikut-ambil-bagian-lagi-di-olimpiade-2020-vsn11LcGZC.jpg Tim Pengungsi di Olimpiade Rio 2016 (Foto: Reuters)

BUENOS ARIES – Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach mengatakan akan membentuk kembali tim pengungsi untuk bisa berlaga di Olimpiade 2020 Tokyo. Hal ini ia sampaikan setelah keputusan tersebut didukung anggota IOC untuk membentuk tim pengungsi setelah pertama kalinya diikutsertakan pada Olimpiade 2016.

Pria berpaspor Jerman itu telah mengidentifikasi lebih dari 50 atlet pengungsi dari seluruh dunia yang bisa berkesempatan untuk tampil di Olimpiade 2020. Bahkan potensi tersebut bisa bertambah. Pada 2016, 10 atlet tim pengungsi yang berasal dari Suriah, Kongo, Ethiopia dan Sudan Selatan ikut ambil bagian. Ke-10 atlet itu tampil di cabang olahraga (cabor) atletik, renang dan judo.

Thomas Bach (Foto: Reuters)

“Kami akan membuat tim pengungsi di Olimpiade Tokyo 2020. Kami memiliki 68,5 juta pengungsi di dunia ini. Melalui olahraga kami ingin memberikan kontribusi untuk membuat dunia sadar akan masalah ini. Tantangan ini tidak hilang dari hati nurani dunia dan mengirim sinyal harapan kepada para pengungsi lain,” ungkap Bach, mengutip dari Reuters, Sabtu (13/10/2018).

Baca juga Pelatih Komentari Duel Anthony dan Momota di Babak Pertama Denmark Open 2018

“Terakhir kali (di Rio) kami berada di bawah tekanan yang sangat tinggi. Sekarang kami punya persiapan dua tahun. Kami sudah mengambil tindakan pencegahan dan kami memiliki banyak atlet. Sekarang kami mendukung 51 atau 52 atlet pengungsi yang kami identifikasi,” tambahnya.

Olimpiade 2020 (Foto: Reuters)

Sementara inisatif tersebut juga mendapat dukungan dari Komisaris Tinggi PBB untuk pengungsi yakni Filippo Grandi. Menurutnya ini adalah kesempatan yang baik bagi para atlet yang tidak bisa tampil di Olimpiade karena memiliki status warga negara sebagai pengungsi.

“Saya senang bahwa tradisi ini akan berlanjut di Tokyo. Memberikan kesempatan anak-anak muda yang bersaing di tingkat yang sangat tinggi adalah hal yang mengagumkan,” tutup Grandi.

(Bad)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini