nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lorenzo Bandingkan Kondisinya di MotoGP Thailand 2018 dengan Belanda 2013

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 10 Oktober 2018 09:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 10 38 1961878 lorenzo-bandingkan-kondisinya-di-motogp-thailand-2018-dengan-belanda-2013-IiHuedl3le.jpg Pembalap Ducati Corse Jorge Lorenzo (Foto: Ducati Motor/Twitter)

BURIRAM – Juara dunia tiga kali MotoGP, Jorge Lorenzo, pernah mendapat julukan Man of steel pada 2013. Julukan tersebut diberikan usai orang Spanyol tersebut nekad mengaspal di MotoGP Belanda 2013 dalam keadaan patah tulang selangka.

Cedera tersebut didapat Lorenzo saat sesi kualifikasi. Ia kemudian diterbangkan dari Belanda ke Spanyol untuk menjalani operasi bedah. Akan tetapi, dalam beberapa jam kemudian, Por Fuera yang kala itu membela Movistar Yamaha justru kembali ke Sirkuit Assen guna menjalani balapan.

(Baca juga: Vinales: MotoGP Thailand 2018 Jauh dari Ekspektasi Saya)

Jorge Lorenzo

Situasi yang sama kurang lebih dialami Lorenzo saat ini. Dislokasi jari kaki yang diderita usai MotoGP Aragon 2018 tidak menghindarkan dirinya untuk coba mengaspal di Sirkuit Buriram. Sayangnya, kecelakaan hebat pada sesi latihan membuatnya urung membalap di MotoGP Thailand 2018.

“Ada banyak perbedaan. Pada 2013, umur saya masih 25 tahun, tetapi sekarang sudah 31. Sekarang saya tidak menjalani operasi bedah seperti saat itu. Usai bedah, tulang menjadi lebih stabil, sementara cedera sekarang ini belum sepenuhnya sembuh,” tutur Jorge Lorenzo, dilansir dari Tuttomotoriweb, Rabu (10/10/2018).

Jorge Lorenzo

“Kondisi balapan juga berpengaruh. Di Assen saat itu saya bisa lebih cepat 0,5 detik dari yang lain. Bahkan ketika cedera saya bisa finis di posisi lima. Sekarang, levelnya lebih tinggi. Saat itu hanya ada empat motor yang bisa memenangi balapan sehingga semuanya lebih mudah,” imbuh pembalap bernomor motor 99 itu.

Lorenzo harus segera berjuang untuk menyembuhkan cedera yang dialaminya. Sebab, MotoGP Jepang 2018 hanya berjarak dua pekan. Apalagi, ia akan menjalani tiga balapan beruntun dalam rentang waktu tiga pekan, yakni di Jepang, Australia, dan Malaysia, yang akan menguras fisik.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini