nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dovizioso Harapkan Voting dalam Penentuan Balapan Tidak Terjadi Lagi

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Senin 17 September 2018 01:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 16 38 1951303 dovizioso-harapkan-voting-dalam-penentuan-balapan-tidak-terjadi-lagi-bNOtB0CaA8.jpg Andrea Dovizioso (Foto: AFP)

BOLOGNA – Pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso, mengaku tidak senang dengan keputusan Dorna Sports (pihak penyelenggara MotoGP) yang melibatkan tim-tim dan para pembalap dalam menentukan diadakannya sebuah balapan atau tidak. Menurut Dovizioso, hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi di masa depan.

Sebagai pihak penyelanggara, Dovi menilai bahwa Dorna Sports seharusnya berani mengambil keputusan sendiri, meski itu pada akhirnya menimbulkan pro dan kontra. Pasalnya, jika Dorna Sports melibatkan tim-tim dan para pembalap, maka pihak yang dilibatkan tersebut tentunya akan berusaha mengambil untung dari keputusan yang dibuat.

(Baca juga: Dovizioso: Kemenangan di Misano adalah Sukses Besar untuk Ducati!)

Andrea Dovizioso

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, misalnya. Pada saat diadakan voting mengenai apakah balapan MotoGP Inggris 2018 tetap dilakukan atau tidak, Marquez memilih untuk membatalkan balapan. Saat itu Marquez beralasan bahwa keselamatan pembalap lebih penting. Akan tetapi, terdapat sejumlah pihak yang memandang Marquez hanya mencari keuntungan. Pasalnya, dengan tidak adanya balapan, maka posisi Marquez akan tetap berada di puncak klasemen tanpa adanya perubahan selisih poin.

Marc Marquez

“Menurut pendapat saya, pertanyaan ini harus ditentukan oleh organisasi GP. Di satu sisi, itu bagus ketika Ezpeleta (CEO Dorna Sports) bertanya kepada tim, karena itu menunjukkan hubungan baik antara Dorna dan tim. Itu bisa didiskusikan secara terbuka tentang segala hal,” ungkap Dovizioso, mengutip dari Speedweek, Senin (17/9/2018).

“Saya suka itu. Anda dapat mendengar pendapat langsung. Tetapi Anda tidak boleh membiarkan mereka (tim dan para pembalap) memutuskan. Di masa depan, dalam kasus seperti itu, itu tidak boleh lagi menjadi para pembalap atau tim yang memutuskan, tetapi organisasi," jelas Dovizioso.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini