Aiman Cahyadi Menangi GFNY Usai Gagal di Asian Games 2018

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 03 September 2018 16:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 03 601 1945338 aiman-cahyadi-menangi-gfny-usai-gagal-di-asian-games-2018-zKjXB30vZI.jpg Atlet Balap Sepeda Indonesia, Aiman Cahyadi (Foto: Wahyudi Aulia/Okezone)

SAMOSIR – Atlet sepeda jalan raya (roadbike) Nasional, Aiman Cahyadi, gagal meraih medali di ajang Asian Games 2018 yang sudah resmi ditutup pada Minggu, 2 September 2018 malam kemarin. Tetapi, di tengah kegagalannya di kancah olahraga tertinggi Asia itu, Aiman tak patah arang.

Aiman berhasil bangkit dan kembali bersinar di ajang Grand Fondo New York (GFNY) Indonesia Samosir Series 2018, yang digelar di Samosir, Sumatera Utara, Minggu 2 September 2018. Di ajang balap sepeda internasional yang melibatkan 800 peserta dari 24 negara itu, Aiman berhasil finish pertama untuk kategori Grand Fondo dengan yang menempuh jarak lebih dari 142 kilometer.

Aiman menjajal rute yang melewati jalanan datar, tanjakan dan turunan curam yang mengelilingi Pulau Samosir itu dalam waktu sekitar 4:30 menit.

“Alhamdulilah saya bisa menyelesaikan balapan ini. Apalagi di posisi finish pertama,”kata Aiman.

(Baca juga: Kemenpora Pastikan Jakabaring Sport City Akan Terus Diberdayakan)

GFNY 2018 (Foto: Wahyudi Aulia/Okezone)

Tak ada persiapan khusus bagi Aiman hingga akhirnya mampu finish pertama di GFNY Indonesia Samosir Series 2018. Dia hanya memiliki waktu tiga hari sebelum akhirnya memutuskan untuk ikut bertarung di kompetisi tersebut. Dalam kompetisi itu, Aiman membawa serta sang istri,Yanthi Fuchianty, yang juga merupakan atlet roadbike nasional.

“Enggak ada persiapan khusus. Kemarin saja sewaktu mau Asian Games. Ini juga mendadak ikutnya. Baru tiga hari kemarin dihubungi, dan akhirnya memutuskan untuk ikut,” tukas Aiman.

Aiman mengaku, GFNY Indonesia Samosir Series 2018 merupakan salah satu kompetisi yang terbaik di Dunia. Bukan hanya karena rutenya yang begitu menantang, tapi juga karena panorama alam yang terjasi sepanjang lomba begitu indah.

“Luar biasa. Pemandangannya indah sekali. Saya takjub sekali,” tandas Aiman.

 GFNY 2018 (Foto: Wahyudi Aulia/Okezone)

Salah satu bagian rute yang paling menantang, kata Aiman, adalah saat mereka harus melewati rute menanjakdi kawasan Aek Rangat, Pangururan, Samosir. Dibutuhkan ketahanan fisik yang luar biasa untuk bisa melewati rute tersebut dengan cepat.

“Rutenya ada flat, ada menjanjak dan turunan. Pokoknya komplitlah. Lelah sekali. Tapi terbayar lah dengan pemandangan bentang Danau Toba yang begitu mempesona dari atas bukit. Semua kalau ada pegowes yang sedikit-sedikit ke luar negeri, harus coba rute ini. Di Samosir ini jauh luar biasa,” tambahnya.

Di GFNY Indonesian Samosir Series 2018 sendiri diperlombakan dua kategori, yakni kategori Medium Fondo dengan panjang rute 103 kilometer dan Grand Fondo dengan panjang rute 142 kilometer. Aiman berhasil finish pertama di kategori Grand Fondo, sementara untuk kategori Medium Fondo, pembalap asal Singapura, Ebben Siregar, berhasil finis pertama.

Sementara di Asian Games lalu, Aiman mengikuti kompetisi pada cabang balap sepeda untuk nomor Individual Time Trial (ITT). Perlombaan digelar di Subang, Jawa Barat. Namun pada sat itu, Aiman hanya mampu mencatatkan namanya di urutan tujuh dari 17 atlet yang bertanding. Medali emas untuk nomor itu diraih Alexy Lutsenko, atlet balap sepeda dari Kazakhstan.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
PEROLEHAN MEDALI
NEGARA Total
1
China 132 92 65 289
2
Japan 75 56 74 205
3
Korea Selatan 49 58 70 177
4
Indonesia 31 24 43 98
5
Uzbekistan 21 24 25 70