Kisah Perjuangan Defia Rosmaniar Tekuni Taekwondo di Mata Keluarga

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Rabu 22 Agustus 2018 10:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 22 601 1939794 kisah-perjuangan-defia-rosmaniar-tekuni-taekwondo-di-mata-keluarga-ENCvpgKuJE.JPG Defia Rosmaniar (Foto: INASGOC)

BOGOR - Prestasi gemilang dicatatkan Defia Rosmaniar di Asian Games 2018. Pasalnya, atlet perempuan di cabang olahraga (cabor) Taekwondo itu berhasil membuka perolehan medali emas kontingen Indonesia di ajang olahraga multicabang empat tahunan tersebut. 

Berdasarkan cerita keluarganya, Defia sudah menunjukan minat dan bakatnya sejak SMP. Anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Kaswati (54) dan Ermanto itu pun dikenal keluarganya sebagai pribadi yang sangat aktif.

"Dari kecil Defia, aktif banget. Ibu pengen lem itu pantatnya saking gak bisa diem. Dia mulai taekwondo kelas 1 SMP terus ikut ekskul (ekstrakurikuler)," kata ibunda Defia, Kaswati saat ditemui Okezone, di rumahnya di Kampung Leuwibengkok, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 20 Agustus 2018.

(Baca juga: Defia Rosmaniar: Hadiah di Asian Games 2018 untuk Pergi Umroh atau Naik Haji sama Keluarga)

Keluarga Defia Rosmaniar

(Foto: Putra Ramadhani Astyawan/Okezone)

Namun, sang ibu pun sempat khawatir akan keselamatan Defia dengan hobinya itu. Tekad yang kuat dari Defia dan dukungan penuh oleh almarhum ayah Ermanto, membuat Kaswati sadar bahwa anaknya sangat mencintai olahraga taekwondo.

"Ya namanya hobi, engga bisa dilarang saya cuma bisa doain. Almarhun ayahnya juga ngedukung terus. Saya cuma takut kenapa-napa namanya juga anak perempuan tapi ya mau gimana lagi. Pesan saya ke Defia cuma satu jangan sombong," ungkapnya.

Dukungan dari keluarga itu membuat Defia semakin semangat menggeluti hobinya hingga mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional dengan segudang prestasi.

"Banyak medalinya pokoknya di bidang Taekwondo. Saya juga sampai lupa, ini (medalinya) juga masih banyak yang belum dibawa ke rumah," ujar Kaswati.

Kini, Kaswati pun sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih Defia untuk mengharumkan bangsa Indonesia. Ia berharap, para atlet Asian Games 2018 mendapat perhatian ke depannya dari pemerintah.

"Yang pasti sangat senang dan bangga sebagai ibunya karena mengharumkan negara. Semoga apa yang diraih Defia diperhatikan pemerintah, juga altet-atlet lainnya di Asian Games," tutup Kaswati.

Koleksi Medali Defia Rosmaniar

(Foto: Putra Ramadhani Astyawan/Okezone)

Seperti diketahui, Defia Rosmaniar adalah peraih emas pertama Indonesia di ajang Asian Games 2018. Sebelum sukses Defia, hingga Minggu 19 Agustus siang WIB, Indonesia baru mendapat sumbangan medali perak dari cabor wushu yang diwakili Edgar Xavier.

Sukses Defia didapat lewat kemenangan atas wakil Iran, Marjan Salahshouri. Poomsae pertama dilewati dengan keunggulan 8,620-8,580 di Plennary Hall JCC Senayan. Pada poomsae kedua, ia menang 8.760-8,360. Total perhitungan poin Defia adalah 8,690.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
PEROLEHAN MEDALI
NEGARA Total
1
China 132 92 65 289
2
Japan 75 56 74 205
3
Korea Selatan 49 58 70 177
4
Indonesia 31 24 43 98
5
Uzbekistan 21 24 25 70