nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pedrosa Akui Sempat Ragu untuk Pensiun Usai Dapat Tawaran dari Yamaha

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Jum'at 13 Juli 2018 12:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 13 38 1921849 pedrosa-akui-sempat-ragu-untuk-pensiun-usai-dapat-tawaran-dari-yamaha-3HWmXCDuED.jpg Pembalap Tim Repsol Honda, Dani Pedrosa. (Foto: MotoGP)

SACHSENRING – Pembalap Tim Repsol Honda, Dani Pedrosa, akhirnya memutuskan untuk pensiun dari kejuaraan balap MotoGP pada pengujung gelaran musim 2018. Keputusan pengunduran diri itu disampaikan oleh The Little Spaniard –julukan Pedrosa– sebelum balapan seri kesembilan MotoGP 2018 yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman, berlangsung.

Pedrosa mengakhiri karier dunia balapnya yang sudah ia jalani selama hampir 18 tahun. Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk pensiun tersebut, sebenarnya Pedrosa sempat berpikir akan terus melanjutkan kariernya di MotoGP. Tepatnya ketika mendapatkan tawaran menjadi pembalap tim satelit Yamaha, SIC Petronas, beberapa saat sebelum MotoGP Catalunya 2018 dilaksanakan.

Baca juga: Rossi Harap Motornya Bisa Kompetitif di MotoGP Jerman 2018

Karena mendapatkan tawaran tersebut, Pedrosa pun akhirnya memutuskan untuk memikirkan kembali masa depannya. Alhasil, ketika MotoGP Catalunya 2018, pembalap asal Spanyol itu tak jadi mengumumkan akan ke mana dirinya usai MotoGP musim ini berakhir.

“Seperti yang saya katakan di Barcelona, Saya memiliki perasaan dan gagasan yang jelas tentang keputusan apa yang akan saya pilih nantinya. Akan tetapi, peluang baru muncul (tawaran menjadi tim satelit Yamaha) dan Anda tidak boleh melepaskan hal itu. Lebih baik memutuskan tawaran itu dengan dipikirkan baik-baik dengan orang-orang terdekat Anda, keluarga, dan dipikirkan lebih lama,” ucap Pedrosa, mengutip dari Crash, Jumat (13/7/2018).

“Menjadi pembalap Yamaha adalah kesempatan besar. Itulah yang saya rasakan dan cara saya menjalani hidup dan balapan dengan bersikap jujur kepada diri saya sendiri. Itu adalah keputusannya. Apa yang menyebabkan keputusan itu adalah intensitas dari balapan. Berpikir realistis dan memilih jalan pensiun adalah arah yang harus saya pilih,” tutup rekan setim Marc Marquez tersebut.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini