nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Turnamen Golf Indonesia Open 2018 Hadirkan Uang Hadiah Lebih Besar

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 19:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 11 43 1921073 turnamen-golf-indonesia-open-2018-hadirkan-uang-hadiah-lebih-besar-kXRG8DlTis.jpg Timnas Golf Indonesia (Foto: Bagas Abdiel/Okezone)

JAKARTA - Turnamen golf bergengsi Bank BRI Indonesia Open 2018 akan digelar di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, 12-15 Juli 2018. Hadiah yang diperebutkan menjadi US$ 500 ribu dan persaingannya akan lebih ketat. Tahun lalu, hadiah hanya US$ 300 ribu.

“Persiapan kita tahun ini jauh lebih baik. Prize money jauh lebih tinggi dan pemain yang datang juga lebih baik. Saya berharap dengan adanya turnamen ini, Indonesia menjadi lebih terpandang. Kami sangat gembira karena semakin banyak sponsor yang mau berpartisipasi. Ini artinya semakin banyak pihak yang mau mendukung perkembangan golf di Indonesia. Turnamen golf Indonesia Open adalah national event yang harus kita dukung bersama,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Murdaya Po. Turnamen golf Indonesia Open sudah ada sejak tahun 1974.

(Baca juga: Pawai Obor Asian Games 2018 Bakal Lintasi 7 Kabupaten di Sumsel)

Menurut Suprajarto selaku CEO Bank BRI, Indonesia Open merupakan kejuaraan golf internasional yang bergengsi di Indonesia dan Asia. “Kami merasa sangat terhormat kembali menjadi title sponsor untuk turnamen ini. Kami berharap bisa menginspirasi pegolf-pegolf lokal untuk menunjukkan permainan terbaik mereka dan berharap bisa menjadi juara di turnamen ini,” kata Suprajarto. Sejak turnamen ini digelar, baru satu pegolf Indonesia yang bisa menjadi juara, yaitu Kasiadi pada tahun 1989.

Timnas Golf Indonesia

Asian Tour CEO, Josh Burack, meyakini Indonesia Open akan semakin diminati para pegolf papan atas Asia. “Atas nama Asian Tour, saya mengucapkan terima kasih atas komitmen dan dukungan Bank BRI. Indonesia Open semakin berkembang dari tahun ke tahun,” katanya. Juara Bank BRI Indonesia Open 2018 akan mendapatkan hadiah sebesar US$ 90 ribu dan mendapatkan exemption dari Asian Tour selama dua tahun.

Panuphol Pittayarat, juara Indonesia Open 2017, berambisi mempertahankan gelarnya. “Saya selalu senang kembali ke lapangan golf ini. Saya menempati posisi kedua saat pertama kali tampil di tahun 2016 dan menjadi juara tahun lalu. Jadi, saya sangat senang bisa kembali ke sini dan siap untuk mempertahankan gelar juara,” kata Panuphol, pegolf asal Thailand yang biasa dijuluki Coconnut. Setelah kemenangannya di Indonesia, permainannya tidak terlalu stabil. Dia berusaha keras memperbaiki permainannya dengan beberapa kali mengubah swing dan meningkatkan beberapa aspek permainannya setiap hari. Bulan lalu, Panuphol berhasil menjuarai Thailand Open.

Panuphol pastinya harus berusaha keras untuk mewujudkan ambisinya itu. Dia harus bersaing dengan pegolf-pegolf handal Asian Tour lainnya, termasuk Gaganjeet Bhullar (India) yang dua kali pernah menjadi juara di Indonesia Open dan Shiv Kapur yang menjadi satu-satunya pegolf yang menjuarai tiga turnamen Asian Tour pada tahun 2017.

George Gandranata, salah satu pegolf Indonesia yang ikut berkompetisi di BRI Indonesia Open 2018 juga siap menampilkan performa terbaiknya. “Minggu ini lapangan Pondok Indah sangat berat tantangannya. Rough-nya tebal dan green-nya licin. Tapi secara umum kondisi Pondok Indah tahun ini paling bagus dibandingkan dengan dua Indonesia Open sebelumnya,” jelas George.

Sebagai tuan rumah, Indonesia mendapatkan jatah tiket bermain untuk 20 pemain pro dan 10 pemain amatir.  Lima di antara pemain amatir adalah pemain timnas yang akan tampil di Asian Games pada bulan Agustus ini. Mereka adalah Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Jonathan Wiyono, Almay Rayhan, Kevin Caesario Akbar, dan Rifqi Alam.

“Kesempatan ini adalah rejeki luar biasa untuk timnas Indonesia. Mereka mendapat pengalaman main dengan pegolf-pegolf pro Indonesia di lapangan yang sama untuk Asian Games, hanya satu bulan jelang Asian Games. Ini sangat menguntungkan kita, semoga juga mendukung semangat para pegolf timnas untuk bisa berprestasi di Asian, “ kata Murdaya Po.

Pondok Indah Golf Course merupakan salah satu lapangan bergengsi di Indonesia. Lapangan ini  merupakan satu-satunya lapangan golf di Indonesia yang pernah menjadi tuan rumah World Cup, yaitu pada tahun 1983.

“Kondisi lapangan kami sehari-hari sudah memenuhi syarat turnamen internasional. Perbedaannya hanya di tinggi rough dan green speed yang harus menyesuaikan dengan permintaan dari Asian Tour. Pemain harus memilik course management yang baik, karena tipikal lapangan kami  sempit, banyak dogleg dan rintangan. Ball placement sangat penting untuk memudahkan pemain,” kata Budi Kosasih, Direktur Operasional Pondok Indah Golf Course.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini