nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

CEO Ducati Dorong Pramac Ajukan Protes atas Aksi Brutal Marquez di Italia

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Selasa 05 Juni 2018 22:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 05 38 1906948 ceo-ducati-dorong-pramac-ajukan-protes-atas-aksi-brutal-marquez-di-italia-t8sCaDu19q.jpg Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez (Foto:MotoGP)

MUGELLO – CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengaku kesal dengan tingkah pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, di Sirkuit Mugello, Italia. Pembalap berkebangsaan Spanyol itu memang terbukti melakukan manuver berbahaya sesaat setelah para pembalap meninggalkan garis start. Pembalap Pramac Ducati, Danilo Petrucci , menjadi korban dari kelakuan Marquez tersebut.

Marc Marquez

Akibatnya, Petrucci terpaksa melebar ke sisi lintasan. Hal tersebut membuat pembalap tuan rumah itu harus kehilangan tempat di posisi depan. Demonicali pun meminta agar Pramac menindaklanjuti kejadian tersebut. Ia berharap Marquez mendapat hukuman atas gaya balapannya tersebut.

BACA JUGA: Bos Ducati: Marquez Dihukum jika Bahayakan Rossi

Marquez terhitung sudah dua kali melakukan hal serupa. Sebelumnya, rekan satu tim Dani Pedrosa tersebut juga melakukan hal yang sama saat melakoni balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Saat itu pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, yang menjadi korban Marquez.

Kejadian pada lap pertama di Sirkuit Mugello tersebut tentu merugikan Pramac. Pasalnya, saat itu Petrucci sedang berada di posisi ketiga. Manuver berbahaya Marquez yang mencoba memaksa motornya memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi, mengakibatkan Petrucci melebar ke sisi kanan lintasan. Alhasil, posisi Petrux –sapaan akrab Petrucci– melorot ke urutan 10.

Marc Marquez

“Penyataan itu tidak benar, saya meminta Pramac untuk membuat keluhan, kemudian mereka menyelesaikannya sendiri. Race Director harus sangat tegas tentang hal-hal ini,” ujar Domenicali seperti dilansir dari Tuttomotoriweb, Selasa (5/6/2018)

"Balapan ini sangat penting bagi Danilo (Petrucci). Anda tidak bisa membiarkan seorang pengemudi kehilangan 5 posisi dengan hal seperti itu,” tutup pria kelahiran 1965 tersebut.

(fmh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini