Wolff Mengaku Khawatir dengan Kiprah Ke-2 Pembalapnya di GP Monaco

Ezha Herdanu, Jurnalis · Rabu 23 Mei 2018 22:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 23 37 1901856 wolff-mengaku-khawatir-dengan-kiprah-ke-2-pembalapnya-di-gp-monaco-TSmbvBili4.jpg Toto Wolff (Foto: AFP)

MONTE CARLO – Bos Tim Mercedes AMG Petronas, Toto Wolff, mengaku sedikit ragu dengan peluang kedua pembalapnya, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, jelang tampil di lanjutan kejuaraan dunia Formula One (F1) musim 2018 Grand Prix (GP) Monaco.

Kekhawatiran yang tengah dirasakan oleh Wolff tersebut sendiri bukan tanpa alasan. Pasalnya dalam balapan di tempat yang sama pada tahun lalu, baik Hamilton mau pun Bottas gagal menunjukkan performa yang menjanjikan.

Tim Mercedes

Ya, pada GP Monaco F1 2017, Hamilton yang mampu menyudahi balapan di posisi ketujuh setelah memulai balapan dari urutan ke-14. Sementara Bottas hanya mampu menyelesaikan balapan di urutan keempat.

Baca Juga: Jelang Tampil di GP Monaco, Hamilton Waspadai Ancaman Red Bull

Balapan GP Monaco pada F1 musim lalu pun mampu dimenangkan oleh pembalap Tim Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel. Di tempat kedua terdapat sang tandem, Kimi Raikkonen, sementara pembalap Tim Red Bull, Daniel Ricciardo, melengkapi tiga besar GP Monaco F1 2017.

Tim Mercedes

Selain itu, Wolff pun mengakui bahwa karakter lintasan di Monaco sangat tidak cocok dengan mobil Tim Mercedes, yakni F1 W09 EQ. Yang mana fakta tersebut membuat Wolff pun semakin cemas jelang tampil di GP Monaco pada akhir pekan ini.

Baca Juga: Wolff Senang jika Mercedes Miliki Banyak Pembalap Berbakat

“Tentu saja saya merasa sangat khawatir. Seperti yang kita lihat dari tahun-tahun sebelumnya, ada sirkuit yang cocok buat kami, tapi ada juga yang tidak,” jelas Wolff, seperti dilaporkan oleh Motorsport, Rabu (23/5/2018).

“Sangat sulit untuk mengubah DNA mobil kami. Monako, Budapest, Singapura, merupakan sejumlah lintasan di mana kami tampil kurang memuaskan pada tahun lalu. Sulit untuk dipahami mengapa mobil kami tidak bisa kencang di Monako. Kami belum menemukan alasannya,” tutupnya.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini