nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengurus KONI Papua Diminta Lebih Memperhatikan Atlet

Chanry Andrew S, Jurnalis · Minggu 20 Mei 2018 08:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 20 43 1900374

JAYAPURA - Ketua KONI Kabupaten Merauke, Fredy Gebze, mengkritisi secara tegas pengurus KONI Provinsi Papua dimana kurangnya perhatian kepada para atlet, sehingga atlet andalan Papua kerap kali mendapat tawaran menggiurkan agar hengkang dari Papua.

Menurut Gebze, atlet-atlet Papua yang mempunyai prestasi harus mendapat perhatian dari KONI Papua sebagai induk olahraga di Provinsi. Sebab, KONI Kabupaten maupun pengurus cabang olahraga di daerah tidak memiliki anggaran yang besar.

“Saya melihat selama ini, selesai PON atlet dilepas begitu saja, tidak ada perhatian baik dari pengprov cabor atau KONI Papua,” tegas Gebze saat berbincang-bincang dengan Okezone, di Jayapura, belum lama ini.

Fredy Gebze yang juga merupakan Bupati Kabupaten Merauke ini mencontohkan salah satu Atlet Papua asal kota rusa Merauke, Agus Mahuze, yang sudah dua kali dalam ajang PON dengan dedikasi dan loyalitas telah mengharumkan nama Papua dengan menyumbang medali emas untuk Provinsi paling timur tersebut.

Pada saat ini ingin pindah ke Provinsi Papua Barat, dan saya selaku Ketua KONI tidak akan memberikan rekomendasi untuk dia pindah ke daerah lain.

Atlet Papua

“Rekomendasi pindah belum dikelurkan, selaku Bupati Merauke saya ingin mereka masih tetap memperkuat kontingen Papua di PON XX nanti,” ujarnya.

Secara terpisah, Agus Mahuze yang ditemui di Kantor KONI Papua belum lama ini mengatakan, mengakui ingin hengkang karena ada tawaran menyangkut pekerjaan.

“Kalau untuk pribadi saya juga pekerjaan sangat susah. Tapi kalau ada yang menjanjikan pekerjaan saya untuk saya, tentu saya akan hengkang juga,” tuturnya.

Niat hengkang Agus Mahuze bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, ia merasa kurang mendapat perhatian dari Pemprov Papua soal prestasi. “waktu pembagian bonus PON di stadion mandala, bapak Gubernur Papua, sudah berjanji akan berikan pekerjaan, tapi hingga saat ini tidak ada realisasi,” tutupnya.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini