Image

Marcus Fernaldi Ikut Berduka atas Tragedi Bom di Jatim

Bagas Abdiel, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 02:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 14 40 1898298 marcus-fernaldi-ikut-berduka-atas-tragedi-bom-di-jatim-Rcsmtd315B.jpg Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Foto: PBSI)

JAKARTA – Pemain ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon, ikut merasakan duka yang mendalam atas tragedi bom yang berlangsung di Jawa Timur (Jatim). Pemain yang berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo itu menyayangkan atas insiden tersebut.

Seperti yang diketahui, tragedi peledakan bom terjadi secara beruntun dari Minggu 13 Mei 2018 hingga Senin 14 Mei 2018. Dua wilayah di Jawa Timur pun menjadi sasaran yang terletak di Surabaya dan Sidoarjo.

Marcus pun mengucapkan rasa duka citanya kepada para keluarga yang menjadi korban pada insiden bom di Surabaya dan Sidorajo. Pemain berusia 27 tahun itu pun berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Baca juga PBSI Targetkan Satu Gelar di Indonesia Open 2018

Sebab situasi seperti ini membuat masyarakat menjadi gusar. Begitu pun dengan dirinya yang sempat cemas untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Tetapi ia berharap situasi seperti ini tidak terus berlarut-larut. Pasalnya ini juga bisa berdampak pada event bulu tangkis dunia yang sebentar lagi akan digelar di Jakarta yakni Indonesia Open 2018 pada 3-8 Juli 2018.  

Marcus Fernaldi Gideon (Foto: PBSI)

“Ya pasti turut berduka cita juga karena banyak kehilangan. Kalau bisa jangan ada yang seperti itu lagi semuanya jadi terganggu. Acara ini juga pasti ada orang yang takut. Sekarang pada banyak yang takut keluar rumah,” ungkap Marcus, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 14 Mei 2018.

“Sekarang saya mau ke mall aja jadi enggak berani. Mau datang ke sini saja ngeri juga. Pasti ada rasa was-was, dalam 24 jam ini ada berapa banyak kan. Mudah-mudahan ke depannya lebih aman,” tambahnya.

Marcus sendiri yang memiliki keluarga di Surabaya sendiri mengaku bersyukur karena dalam kondisi aman. Lokasi kejadian dengan tempat keluarganya pun agak sedikit jauh.

“Iya keluarga ada di Surabaya, cuman mereka aman-aman saja. Tempatnya enggak terlalu dekat juga,” lanjutnya.

Terkait insiden ini pun, gelaran Indonesia Open 2018 akan menyiapkan sejumlah penjagaan untuk bisa mengamankan event ini. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI), Wiranto yang juga merupakan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Indonesia Open 2018

“Dengan peristiwa ini masyarakat harap tenang, melangsungkan kegiatan sehari-hari tanpa ada ancaman dan kekhawatiran. Aparat kami menjaga secara maksimal baik Polisi maupun TNI. Seluruh masyarakat dan peserta jangan sampai terganggu dengan ini. Kalau kita terganggu dengan aksi ini berarti kita kalah,” pungkas Wiranto.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini