nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Saingan Terberat Indonesia di Cabor Balap Sepeda Asian Games 2018

ant, Jurnalis · Senin 07 Mei 2018 02:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 06 43 1895128 ini-saingan-terberat-indonesia-di-cabor-balap-sepeda-asian-games-2018-aFOtJIBLAt.jpg Balap Sepeda (Foto: Antara)

DANAO - Pembalap cross country (XC) putri China dan Iran dinilai bakal menjadi penantang utama pembalap Indonesia pada Asian Games 2018 yang dihelat di Jakarta-Palembang, mengingat perkembangan pembalap dari dua negara tersebut meningkat.

"China sudah pasti. Tapi saya melihat Iran bakal muncul sebagai kekuatan baru. Kami memantau cukup lama. Dan benar, mereka bisa bersaing dengan pembalap China dan Jepang," kata pelatih XC, Okiraspati, di sela-sela Kejuaraan MTB Asia di Danao City, Cebu, Filipina.

Pada Kejuaraan Asia MTB di Cebu, dua pebalap China yaitu Li Hong Feng, dan Hang Mingyan berada di posisi pertama dan kedua, sedangkan pebalap Iran, Partoazar Faranak. Mereka yang tercepat dalam menempuh jarak 25,80 km yang terbagi dalam lima putaran.

(Baca juga: Perbasasi Telah Tentukan Tim Inti untuk Berlaga di Asian Games 2018)

Hasil kurang memuaskan diraih tiga pebalap putri Indonesia. Pebalap senior Kusmawati Yazid harus puas di posisi sembilan. Sementara Noviana berada di posisi 13 dan Rohidah berada di posisi 14.

"Untuk Asia Tenggara, pembalap kita masih bisa bersaing. Memang pebalap dari Vietnam maupun Thailand juga mulai on. Minimal kita masih bisa bersaing," kata pelatih asal Jawa Barat itu.

Meski kurang meraih hasil di kejuaraan Asia, Oki menyebut pembalap putri Indonesia tetap mempunyai peluang menyodok. Pihaknya mengaku akan memaksimalkan waktu yang ada untuk meningkatkan kemampuan tiga pembalap yang ada.

"Kuota kita ada dua. Jadi ada satu pembalap yang akan dicoret. Itu akan dilakukan setelah kita melakukan try out. Rencananya kami akan ke Jepang," kata Oki menegaskan.

Sementara itu, pembalap senior Indonesia, Kusmawati Yazid, mengaku trek di Danao City ini cukup berat dan cuaca juga cukup panas. Apalagi persiapan untuk menghadapi kejuaraan ini cukup singkat.

"Setelah PON 2016 jarang ada kejuaraan lagi. Makanya saya turun di enduro. Setelah itu baru ada panggilan untuk ikut pelatnas Asian Games. Jadi belum bisa maksimal di sini," katanya saat dikonfirmasi.

Hal sama dikatakan oleh Rohidah. Pembalap yang sebelumnya turun di disiplin road race ini memang belum memiliki jam terbang yang tinggi di XC. Bahkan dirinya mengaku baru empat kali turun di kejuaraan XC dan langsung turun di level Asia.

"Saya memang belum lama turun di XC, tapi saya akan terus berusaha. Untuk balapan di sini memang cukup berat. Apalagai cuaca panas. Beda saat latihan yang cenderung hujan," katanya usai balapan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini